2a

Manager (Departmental Strategy & People Development)

1. Multiplier Leadership (Liz Wiseman)

4

Menjawab Masalah Apa

Banyak Manajer tanpa sadar menjadi Diminisher—pemimpin cerdas yang justru membuat orang di sekitarnya merasa kerdil. Mereka terlalu banyak bicara, terlalu sering mengambil alih keputusan, dan mematikan inisiatif tim karena merasa "sayalah yang paling pintar di sini". Akibatnya, tim menjadi pasif dan perusahaan kehilangan potensi kecerdasan kolektifnya. Modul ini didasarkan pada riset Liz Wiseman untuk mengubah Manajer menjadi Multiplier—pemimpin yang mampu melipatgandakan kecerdasan dan kapabilitas timnya tanpa perlu menambah jumlah karyawan.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mengidentifikasi perilaku Diminisher dalam diri sendiri yang menghambat pertumbuhan tim.
  • Menerapkan 5 Disiplin Multiplier: Talent Magnet, Liberator, Challenger, Debate Maker, Investor.
  • Membangun budaya kerja di mana setiap orang merasa cerdas dan diberdayakan untuk memecahkan masalah sulit.
  • Meningkatkan produktivitas tim hingga 2x lipat dengan sumber daya yang sama.

Apa Saja Yang Dibahas

  • The Empire Builder vs The Talent Magnet: Cara menarik dan mengembangkan talenta terbaik.
  • The Tyrant vs The Liberator: Menciptakan lingkungan yang aman untuk berpikir kritis.
  • The Micro-manager vs The Investor: Memberikan kepemilikan penuh (ownership) kepada tim.
  • Seni bertanya yang memicu pemikiran (Sparking Debate).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Manajer yang merasa timnya tidak proaktif atau terlalu bergantung pada dirinya.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

2. Public Speaking Skills

7

Menjawab Masalah Apa

Sebagai wajah departemen, Manajer sering harus berbicara di hadapan audiens besar (Townhall, Rapat Tahunan) atau audiens tingkat tinggi (Dewan Direksi, Klien Utama). Masalahnya, banyak Manajer yang presentasinya kaku, membosankan, atau terlihat gugup sehingga mengurangi kredibilitas kepemimpinan mereka. Public Speaking di level ini bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi tentang Executive Presence—kemampuan memancarkan wibawa, menginspirasi keyakinan, dan "menjual" visi strategis melalui narasi yang kuat.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Tampil dengan Executive Presence yang meyakinkan di depan audiens besar maupun VIP.
  • Mengelola demam panggung dan mengubah energi gugup menjadi antusiasme yang menular.
  • Menyusun struktur pidato yang inspiratif (bukan sekadar laporan data).
  • Menggunakan variasi vokal dan bahasa tubuh untuk menekankan pesan-pesan kunci.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Tiga Pilar Retorika: Ethos (Kredibilitas), Pathos (Emosi), Logos (Logika).
  • Teknik Storytelling dalam konteks bisnis korporat.
  • Mengelola interaksi audiens dan menangani pertanyaan sulit (Hecklers).
  • Latihan pidato dadakan (Impromptu Speaking) dengan kerangka berpikir cepat.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Semua Manajer, terutama Sales, Marketing, dan PR.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

3. Five Models Decision Making

2

Menjawab Masalah Apa

Semakin tinggi jabatan, semakin kompleks masalah yang dihadapi. Manajer sering terjebak mengambil keputusan krusial hanya berdasarkan "firasat" (gut feeling) atau bias pengalaman masa lalu ("Dulu kita begini"). Hal ini berisiko tinggi bagi perusahaan. Modul ini membekali Manajer dengan 5 kerangka kerja (framework) pengambilan keputusan yang teruji secara global, sehingga setiap keputusan strategis memiliki landasan logika yang kuat, dapat dipertanggungjawabkan, dan minim bias kognitif.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menggunakan model keputusan yang tepat sesuai dengan jenis masalah yang dihadapi.
  • Meminimalisir subjektivitas dan bias emosional dalam memutuskan alokasi sumber daya.
  • Mempertahankan argumen keputusan di depan Direksi dengan data dan logika sistematis.
  • Mempercepat proses pengambilan keputusan yang sering macet karena keraguan (Analysis Paralysis).

Apa Saja Yang Dibahas

  • Matrix Keputusan (Decision Matrix Analysis): Memilih opsi terbaik dari banyak variabel.
  • Pareto Analysis (80/20 Rule): Menentukan prioritas masalah yang berdampak paling besar.
  • Cost-Benefit Analysis: Menghitung kelayakan finansial sebuah proyek.
  • SWOT Analysis: Keputusan strategis berbasis kekuatan/peluang pasar.
  • OODA Loop (Observe-Orient-Decide-Act): Keputusan cepat dalam situasi krisis/berubah cepat.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Manajer Operasional, Proyek, dan Strategi.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

4. Six Thinking Hats (Edward de Bono)

7

Menjawab Masalah Apa

Rapat manajerial sering kali berlarut-larut dan tidak produktif karena peserta rapat berdebat dari sudut pandang yang acak: satu orang bicara data, satu orang bicara perasaan takut, satu orang bicara ide liar. Kekacauan ini disebut "Berpikir Spaghetti". Metode 6 Thinking Hats dari Edward de Bono menertibkan proses berpikir ini dengan meminta semua orang memakai "topi" yang sama pada saat yang sama. Ini adalah teknik Parallel Thinking yang mempercepat rapat dan menghasilkan keputusan yang komprehensif.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mempersingkat waktu rapat pengambilan keputusan hingga 50%.
  • Melihat masalah dari 6 dimensi lengkap: Data, Emosi, Risiko, Optimisme, Kreativitas, dan Proses.
  • Mencegah konflik ego dalam rapat karena peserta fokus pada "Topi" bukan "Siapa yang bicara".
  • Menggali kreativitas tim tanpa takut dikritik dini (menggunakan Topi Hijau).

Apa Saja Yang Dibahas

  • The Enemy of Productivity (Argument vs Parallel Thinking)
  • Mastering the Toolset (Bedah 5 Mode Berpikir)
  • Strategic Sequencing (Merancang Agenda Rapat)
  • Simulation & Facilitation Practice

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Manajer yang sering memimpin rapat strategi atau brainstorming.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

5. Basic Negotiation Skills

4

Menjawab Masalah Apa

Manajer sering berada dalam posisi tawar yang sulit, baik saat menghadapi vendor eksternal, serikat pekerja, maupun negosiasi internal (misal: berebut anggaran dengan departemen lain). Tanpa kemampuan negosiasi, Manajer akan cenderung "kalah" (menerima kesepakatan merugikan) atau merusak hubungan karena terlalu agresif. Modul ini mengajarkan prinsip negosiasi Win-Win yang asertif, di mana Manajer bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan departemennya tanpa mengorbankan hubungan profesional jangka panjang.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Membedakan antara Negosiasi Distributif (Bagi kue) dan Integratif (Perbesar kue).
  • Menentukan BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement) sebelum masuk ruang negosiasi.
  • Mengelola konsesi (trading) dengan cerdas: "Saya beri ini, jika Anda beri itu".
  • Menghadapi taktik negosiasi yang manipulatif atau agresif dari lawan bicara.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Tahapan Negosiasi: Persiapan, Pembukaan, Penawaran, Penutupan.
  • Zone of Possible Agreement (ZOPA).
  • Negosiasi Internal: Melobi atasan atau rekan sejawat.
  • Psikologi Negosiasi: Membaca kebutuhan tersembunyi lawan bicara.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Manajer Pengadaan, Sales, HR, dan Proyek.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

6. Teamwork Building (Synergy of Managers)

6

Menjawab Masalah Apa

Penyakit kronis di perusahaan besar adalah "Mentalitas Silo" atau Ego Sektoral. Manajer Marketing menyalahkan Manajer Operasional, Tim Sales tidak akur dengan Tim Keuangan. Mereka sibuk membentengi departemen masing-masing dan lupa bahwa mereka berada di satu perahu yang sama. Modul ini dirancang khusus untuk level peers (sesama manajer) untuk meruntuhkan tembok pembatas, membangun kepercayaan horizontal, dan menyelaraskan KPI yang sering kali bertabrakan.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mengubah pola pikir dari "Departemen Saya" menjadi "Perusahaan Kita".
  • Menyelesaikan gesekan lintas fungsi (cross-functional friction) dengan kepala dingin.
  • Membangun aliansi strategis dengan rekan manajer untuk memperlancar proyek.
  • Menciptakan "Kontrak Kerjasama Internal" antar departemen.

Apa Saja Yang Dibahas

  • The Cost of Silos: Menghitung kerugian akibat kurangnya sinergi.
  • Konsep Internal Customer: Memperlakukan rekan manajer layaknya pelanggan VIP.
  • Empathy Walk: Simulasi bertukar peran untuk memahami tekanan divisi lain.
  • Menyelaraskan KPI yang saling bertentangan (Goal Alignment).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Seluruh Kepala Departemen dan Manajer Cabang.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

7. Conflict Management

6

Menjawab Masalah Apa

Berbeda dengan Supervisor yang menangani konflik antar-individu, Manajer menangani konflik yang lebih kompleks: konflik antar-tim, konflik kepentingan, atau konflik sistemik. Seringkali Manajer menghindari konflik ini ("Harmony False") atau menggunakan kekuasaan untuk memaksakan kehendak. Modul ini melatih Manajer untuk melihat konflik sebagai peluang inovasi, bukan ancaman, serta memberikan instrumen untuk mengelola konflik tingkat tinggi secara profesional dan etis.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menganalisis sumber konflik sistemik (apakah karena Struktur, Data, Hubungan, atau Nilai?).
  • Menggunakan instrumen TKI (Thomas-Kilmann Instrument) untuk memilih strategi konflik yang tepat.
  • Menengahi perselisihan antar-supervisor atau antar-divisi sebagai mediator netral.
  • Mengubah energi konflik menjadi diskusi solutif yang mendorong perbaikan sistem.

Apa Saja Yang Dibahas

  • 5 Gaya Manajemen Konflik: Competing, Accommodating, Avoiding, Collaborating, Compromising.
  • Kapan harus Assertive dan kapan harus Cooperative.
  • Teknik Mediasi Pihak Ketiga.
  • Membuat kesepakatan pasca-konflik agar masalah tidak berulang.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Manajer HRD, Manajer Umum, dan Pimpinan Proyek.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

8. Facilitating Skills for Leaders

4

Menjawab Masalah Apa

Seorang Manajer menghabiskan 40-60% waktunya dalam rapat. Namun, sering kali mereka berperan sebagai "Bos" yang mendominasi pembicaraan, bukan sebagai "Fasilitator" yang menggali ide. Akibatnya, rapat menjadi satu arah dan tim takut bersuara. Keahlian fasilitasi diperlukan untuk memandu diskusi kelompok, lokakarya strategi, atau sesi pemecahan masalah agar partisipatif, demokratis, namun tetap fokus pada hasil akhir (output driven).

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Membedakan peran saat menjadi Pemimpin Rapat (Konten) vs Fasilitator (Proses).
  • Merancang agenda workshop atau rapat yang interaktif dan tidak membosankan.
  • Menggunakan alat bantu fasilitasi (visual tools) untuk memetakan ide tim.
  • Menangani peserta rapat yang sulit: yang terlalu dominan, yang diam saja, atau yang suka memotong.

Apa Saja Yang Dibahas

  • The Art of Facilitation: Netralitas dan mendengarkan.
  • Teknik Brainstorming Lanjutan (misal: World Cafe, Open Space).
  • Mengelola Konsensus: Teknik Dot Voting atau Fist to Five untuk pengambilan keputusan.
  • Menjaga energi kelompok tetap tinggi.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Manajer yang sering memimpin Focus Group Discussion (FGD) atau Rapat Strategi.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

9. Performance Management Systems

5

Menjawab Masalah Apa

Banyak Manajer menganggap Manajemen Kinerja hanya sebatas "mengisi formulir penilaian setahun sekali". Padahal, ini adalah siklus hidup organisasi. Masalah sering terjadi ketika target (KPI) tidak jelas di awal tahun, tidak ada monitoring di tengah tahun, dan tiba-tiba ada vonis nilai buruk di akhir tahun. Modul ini mengajarkan cara mengelola sistem kinerja secara utuh (end-to-end), mulai dari perencanaan target, bimbingan berkala, hingga evaluasi yang adil.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menyusun KPI (Key Performance Indicators) yang SMART dan selaras dengan strategi perusahaan.
  • Melakukan Mid-Year Review (Monitoring) untuk mencegah kegagalan di akhir tahun.
  • Menyusun IDP (Individual Development Plan) untuk pengembangan karir tim.
  • Melakukan sesi kalibrasi nilai (Calibration Meeting) untuk memastikan keadilan penilaian antar-divisi.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Siklus PMS: Plan - Do - Check - Action.
  • Menurunkan Target (Cascading Goals): Dari Corporate ke Departemen ke Individu.
  • Teknik Performance Coaching berkelanjutan (bukan setahun sekali).
  • Menangani kinerja buruk (Performance Improvement Plan).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Semua Manajer yang memiliki bawahan.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

10. Strategic Planning for Managers

2

Menjawab Masalah Apa

Manajer sering terjebak dalam "Jebakan Operasional"—sibuk mengurus masalah hari ini dan lupa memikirkan hari esok. Akibatnya, departemen berjalan tanpa arah yang jelas, reaktif terhadap perubahan pasar, dan tidak siap menghadapi masa depan. Modul ini melatih Manajer untuk mengangkat kepala, melihat cakrawala yang lebih luas, dan menerjemahkan Visi Besar Perusahaan menjadi Rencana Kerja Taktis Departemen yang konkret untuk 1-3 tahun ke depan.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Melakukan analisis lingkungan bisnis makro dan mikro (PESTLE & SWOT).
  • Menyusun Peta Strategi (Strategy Map) departemen yang terukur.
  • Mengalokasikan sumber daya (anggaran, orang, teknologi) berdasarkan prioritas strategis.
  • Mengkomunikasikan rencana strategi kepada tim operasional agar mudah dieksekusi.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Berpikir Strategis vs Berpikir Operasional.
  • Analisis PESTLE (Political, Economic, Social, Tech, Legal, Environmental).
  • Menyusun Action Plan Tahunan (RKAP).
  • Risk Management Basics: Identifikasi risiko yang bisa menggagalkan strategi.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Kepala Departemen, Manajer Pengembangan Bisnis, dan Pimpinan Cabang.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)