2a

JuniorStaff

1. Etos Kerja & Professionalism

1

Menjawab Masalah Apa

Banyak fresh graduate atau staf baru yang mengalami "shock culture" saat masuk dunia kerja. Masalah yang sering muncul adalah ketidaktahuan tentang standar perilaku, cara berpakaian, hingga etika dasar yang dianggap sepele namun fatal bagi karir. Modul ini menjadi jembatan transisi mental dari "mahasiswa/pelajar" menjadi "Profesional".

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami perbedaan mendasar antara tanggung jawab akademis dan profesional.
  • Membangun citra diri (personal brand) yang kredibel dan dapat dipercaya sejak hari pertama.
  • Menghindari kesalahan etika yang dapat merusak reputasi di mata atasan dan senior.
  • Memiliki standar integritas dalam penggunaan waktu dan aset kantor.

Apa Saja Yang Dibahas

  • The Professional Mindset: Definisi profesionalisme melampaui penampilan fisik.
  • Workplace Etiquette 101: Sopan santun, ketepatan waktu, dan kerapian.
  • Integritas dan Tanggung Jawab: Apa yang dilakukan saat tidak ada yang melihat.
  • Memisahkan kehidupan pribadi dan profesional (Boundary Setting).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Mahasiswa magang
  • Karyawan masa percobaan (probation)
  • Staf dengan masa kerja di bawah 1 tahun.

Durasi Training:

8 Sesi (2 Hari)

2. Followership (Seni Menjadi Anggota Tim yang Efektif) 

3

Menjawab Masalah Apa

Dunia terlalu sering mengajarkan cara menjadi Pemimpin (Leader), namun jarang mengajarkan cara menjadi Pengikut (Follower) yang baik. Akibatnya, banyak staf junior menjadi pasif ("asal bapak senang") atau justru pembangkang. Modul ini mengajarkan bahwa untuk menjadi pemimpin hebat, seseorang harus tahu cara dipimpin dengan baik terlebih dahulu.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menjadi "tangan kanan" yang solutif dan diandalkan oleh atasan.
  • Berani memberikan masukan (manage up) kepada atasan dengan cara yang santun dan konstruktif.
  • Memahami tipe-tipe pengikut dan menghindari jebakan menjadi "Yes Man".
  • Mendukung kesuksesan atasan yang pada akhirnya akan mengangkat karir Anda sendiri.

Apa Saja Yang Dibahas

  • 5 Tipe Follower (The Sheep, Yes People, Alienated, Survivor, Effective).
  • Managing Up: Seni mengelola ekspektasi dan gaya kerja atasan.
  • Kapan harus patuh instruksi, kapan harus bertanya kritis.
  • Inisiatif tanpa melangkahi wewenang.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Staf administrasi
  • Customer Service
  • Staff yang melapor kepada Supervisor.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

3. Time and Task Management 

2

Menjawab Masalah Apa

Staf junior sering merasa kewalahan (overwhelmed) bukan karena tugasnya terlalu banyak, melainkan karena tidak bisa menentukan prioritas. Mereka sering terjebak mengerjakan hal yang "menyenangkan" dulu, bukan yang "penting", sehingga deadline utama terlewat.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menghilangkan kebiasaan kronis datang terlambat.
  • Mampu menyelesaikan tugas tepat waktu tanpa perlu lembur berlebihan.
  • Mengatur ritme kerja agar tidak selalu terburu-buru (rushed).
  • Fokus untuk menyelesaikan satu tugas hingga tuntas (Single-tasking).

Apa Saja Yang Dibahas

  • Matriks Eisenhower: Memetakan tugas ke dalam 4 Kuadran Prioritas.
  • Teknik To-Do List yang efektif (bukan sekadar daftar belanjaan).
  • Mengatasi Prokrastinasi (Penyakit suka menunda-nunda).
  • Manajemen Gangguan (Distraction Management): Notifikasi HP, teman ngobrol, dll.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Staff
  • Mahasiswa yang akan masuk dunia kerja
  • Tim operasional dengan shift ketat

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

4. Knowledge Management (Personal Level)

4

Menjawab Masalah Apa

KMasalah klasik staf baru: sering kehilangan file penting, lupa prosedur yang sudah diajarkan minggu lalu, atau bertanya hal yang sama berulang kali kepada senior. Ini menunjukkan ketidakmampuan mengelola informasi pribadi yang membuat kerja menjadi lambat.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Bekerja lebih cepat dan efisien karena semua data terorganisir rapi.
  • Tidak bergantung terus-menerus pada orang lain untuk mencari informasi dasar.
  • Membangun "Otak Kedua" (Second Brain) melalui catatan yang terstruktur.
  • Memudahkan proses serah terima tugas (handover) jika berhalangan hadir.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Teknik Mencatat (Note-taking) yang efektif saat rapat: Menangkap poin aksi, bukan transkrip.
  • Manajemen Arsip Digital: Struktur folder, penamaan file (Naming Convention), dan Version Control.
  • Membangun SOP Pribadi: Cara mendokumentasikan langkah kerja sendiri.
  • Information Hygiene: Membuang data sampah agar tidak bingung.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Staf teknis
  • Admin
  • Analis Data

Siapa yang Perlu Ikut: 

8 Sesi (2 Hari)

5. Interpersonal Skills

3

Menjawab Masalah Apa

Kecanggungan sosial (social awkwardness) sering dialami Gen Z di lingkungan kerja lintas generasi. Rasa takut salah bicara atau terlalu asyik dengan gadget membuat mereka sulit membaur, padahal networking internal adalah kunci kelancaran pekerjaan.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Diterima dengan hangat oleh rekan kerja senior maupun selevel.
  • Mampu melakukan basa-basi (small talk) yang membangun keakraban tanpa terlihat SKSD.
  • Menciptakan suasana kerja yang nyaman dan minim gesekan.
  • Membangun jaringan pertemanan profesional sejak dini.

Apa Saja Yang Dibahas

  • 3 Kunci Hubungan: Senyum, Sapa, Simak (3S).
  • Membaca Situasi Sosial (Social Cues): Kapan waktu tepat untuk bercanda atau serius.
  • Etika bergaul tanpa melanggar privasi orang lain.
  • Menghadapi rekan kerja yang sulit dengan efektif.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Fresh graduate
  • Peserta Management Trainee (MT)

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

6. Effective Communication

6

Menjawab Masalah Apa

Miskomunikasi adalah sumber kesalahan operasional terbesar di level pelaksana. Instruksi A dikerjakan B. Hal ini sering terjadi karena staf malu bertanya, berasumsi sendiri, atau menyampaikan pesan dengan berbelit-belit.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mampu menyampaikan pesan dengan Singkat, Padat, dan Jelas (Concise).
  • Mengurangi rework (kerja ulang) akibat salah tafsir instruksi.
  • Percaya diri saat berbicara dengan lawan bicara atau menyampaikan laporan lisan.
  • Teknik mendengarkan aktif untuk memahami konteks penuh.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Komponen Komunikasi: Verbal (Kata), Vokal (Nada), Visual (Gestur).
  • Hambatan Komunikasi: Asumsi, Noise, dan Filter Pribadi.
  • Teknik 7C Komunikasi (Clear, Concise, Concrete, Correct, Coherent, Complete, Courteous).
  • Konfirmasi Pemahaman: Teknik Paraphrasing (mengulang pesan).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Fresh graduate
  • Customer Service, dan Sales
  • Peserta Management Trainee (MT)

Durasi Training:

8 Sesi (2 Hari)

7. Critical Thinking (Level Dasar)

1

Menjawab Masalah Apa

Staf junior sering kali hanya "menerima pesanan" tanpa memikirkan apakah instruksi itu masuk akal atau ada cara yang lebih baik. Mereka bekerja seperti robot. Modul ini melatih otak untuk berhenti sejenak, berpikir, baru bertindak (Stop-Think-Act).

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Membedakan antara Fakta (Data) dan Opini (Asumsi).
  • Tidak mudah termakan hoax atau informasi yang bias di tempat kerja.
  • Bisa memberikan argumen logis dan beralasan saat mengajukan ide.
  • Mencegah kesalahan fatal dengan mempertanyakan "Bagaimana jika...?".

Apa Saja Yang Dibahas

  • Definisi Berpikir Kritis vs Melamun/Menerima begitu saja.
  • Teknik Bertanya: "So What?" (Lalu kenapa?) dan "Why?" (Mengapa?).
  • Mengenali Kesesatan Logika (Logical Fallacy) sederhana dalam diskusi.
  • Analisis masalah dasar sebelum lapor ke atasan.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Staf Analis
  • IT Support
  • Tim Operasional, dan Admin

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

8. EQ and Stress Management

2

Menjawab Masalah Apa

Dunia kerja penuh tekanan deadline dan dinamika manusia. Staf muda yang belum matang secara emosi sering mengalami Mental Breakdown, mudah tersinggung (baper), atau meledak marah di tempat kerja.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Tetap tenang dan produktif di bawah tekanan tinggi.
  • Mampu menerima kritik keras sebagai masukan profesional, bukan serangan pribadi.
  • Menjaga kesehatan mental (Well-being) agar tidak cepat burnout.
  • Merespon masalah dengan logika, bukan bereaksi dengan emosi sesaat.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Self-Awareness: Mengenali pemicu emosi diri (Triggers).
  • Teknik Relaksasi Kilat (Grounding) di meja kerja saat panik menyerang.
  • Memisahkan Ego dari Pekerjaan: "Karya saya dikritik, bukan harga diri saya."
  • Membangun ketahanan mental (Resilience) dasar.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Anggota tim proyek baru
  • Staf yang bekerja dalam tim lintas divisi
  • Staf dengan beban kerja tinggi atau yang berhadapan dengan komplain pelanggan.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

9. Growth Mindset

5

Menjawab Masalah Apa

Rasa cepat puas ("Saya sudah bisa") atau sebaliknya, rasa takut gagal ("Saya tidak bakat"), sering menghambat staf untuk mempelajari skill baru. Fixed Mindset ini membuat karir stagnan. Modul ini menanamkan pola pikir "Saya Belum Bisa", bukan "Saya Tidak Bisa".

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Berani mengambil tantangan tugas baru di luar zona nyaman.
  • Melihat kegagalan sebagai data/umpan balik untuk perbaikan, bukan aib.
  • Menjadi pembelajar seumur hidup (Agile Learner) yang disukai perusahaan.
  • Lebih gigih (Grit) saat menghadapi kesulitan teknis.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Bedah Konsep Carol Dweck: Fixed vs Growth Mindset.
  • Mengubah Bahasa Internal (Self-talk) dari negatif ke positif.
  • Kekuatan Kata "Belum" (The Power of Yet).
  • Mencintai proses belajar, bukan hanya hasil instan.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Anggota tim proyek baru
  • Staf yang bekerja dalam tim lintas divisi
  • Staf dalam program MT (Management Trainee)

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

10. Professional Writings

3

Menjawab Masalah Apa

Kualitas tulisan mencerminkan kualitas pikiran. Banyak staf mengirim email tanpa subjek, menggunakan singkatan chat yang tidak pantas, atau menulis laporan dengan struktur yang berantakan. Ini menciptakan citra tidak profesional.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menulis email bisnis yang profesional, sopan, dan efektif.
  • Membuat laporan harian/mingguan yang ringkas dan enak dibaca atasan.
  • Menghindari kesalahpahaman fatal atau ketersinggungan lewat tulisan.
  • Mempercepat proses persetujuan (approval) karena pesan mudah dipahami.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Anatomi Email Profesional: Subjek, Salam, Isi, Penutup, Signature.
  • Etika Chat Bisnis (WhatsApp/Slack/Teams): Kapan sopan, kapan mengganggu.
  • Teknik Piramida Terbalik: Sampaikan poin penting di kalimat pertama.
  • Tone Check: Memastikan nada tulisan tidak terdengar kasar atau memerintah.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Staf Admin
  • Sales Support
  • Semua staf yang menggunakan email/chat untuk bekerja.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

Senior Staff

1. Happy Workplace (Membangun Energi Positif)

4

Menjawab Masalah Apa

Staf senior sering kali memasuki fase jenuh (sophomore slump) di mana rutinitas kerja terasa membosankan dan motivasi mulai menurun. Bahayanya, sikap sinis atau negatif dari staf senior dapat menular dengan cepat kepada staf junior, menciptakan budaya kerja yang toksik (toxic environment). Modul ini menjawab tantangan untuk memulihkan semangat kerja, menemukan kembali makna dalam profesi, dan menjadikan senior sebagai agen pembawa energi positif, bukan penyebar keluhan.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menemukan kembali motivasi intrinsik dan kegembiraan dalam rutinitas kerja sehari-hari.
  • Mengidentifikasi dan menghindari jebakan Toxic Positivity di tempat kerja.
  • Menjadi Role Model yang mampu menularkan semangat positif kepada rekan kerja junior.
  • Mengelola stres akibat kejenuhan karir (burnout) dengan teknik psikologi positif.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Psikologi Positif: Mengubah keluhan menjadi rasa syukur (Gratitude Journal).
  • Energy Management: Mengelola baterai energi fisik dan emosional.
  • Strategi menciptakan lingkungan kerja yang saling mendukung (Supportive Culture).
  • Menemukan "Why" (Tujuan) baru dalam pekerjaan yang telah lama dijalan.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Staf senior yang terlihat jenuh dan mengalami demotivasi

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

2. Self Leadership (Memimpin Diri Sendiri)

7

Menjawab Masalah Apa

Sebelum seseorang dipercaya memimpin tim, ia harus membuktikan mampu memimpin dirinya sendiri tanpa pengawasan. Banyak staf senior yang secara teknis jago, namun secara mental masih bergantung pada instruksi atasan ("Tunggu disuruh dulu"). Ketiadaan inisiatif dan kepemilikan (ownership) ini membuat manajemen ragu untuk mempromosikan mereka. Modul ini menjembatani kesenjangan antara mentalitas "Karyawan Pelaksana" menuju mentalitas "Pemimpin Mandiri".

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Bekerja secara otonom dengan inisiatif tinggi tanpa perlu dimikromanajemen.
  • Mengambil tanggung jawab penuh (Extreme Ownership) atas hasil kerja, baik sukses maupun gagal.
  • Mengelola emosi dan perilaku diri sendiri agar selaras dengan tujuan profesional.
  • Menunjukkan kesiapan mental untuk dipromosikan ke jenjang Supervisor.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Locus of Control: Berhenti menyalahkan keadaan (Eksternal) dan mulai ambil kendali (Internal).
  • Disiplin Diri: Integritas bekerja saat tidak ada yang melihat.
  • Self-Correction: Kemampuan mengevaluasi kesalahan diri sebelum ditegur orang lain.
  • Menetapkan standar kualitas pribadi yang tinggi melebihi ekspektasi atasan.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Kandidat promosi (High Potential)
  • Staf senior

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

3. Work Ethics (Role Model Integrity)

5

Menjawab Masalah Apa

Sebagai lapisan yang lebih berpengalaman, senior staff adalah "kiblat" perilaku bagi karyawan baru. Jika senior staff melakukan tindakan indisipliner, seperti sering datang terlambat, menggunakan aset kantor untuk keperluan pribadi, atau bergosip, maka junior akan menganggap hal itu wajar. Masalah degradasi moral sering dimulai dari senior yang tidak menjaga integritas. Training ini menegaskan kembali pentingnya etika bukan hanya sebagai aturan, tapi sebagai reputasi profesional.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menjadi teladan etika (Role Model) yang dihormati oleh staf junior.
  • Memahami implikasi etis dari keputusan kerja sehari-hari (misal: penggunaan data, waktu, dan anggaran).
  • Menjaga kerahasiaan informasi perusahaan (Confidentiality) dengan ketat.
  • Membangun reputasi sebagai profesional yang berintegritas tinggi.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Tiga Pilar Etika: Kejujuran, Tanggung Jawab, dan Rasa Hormat.
  • Studi Kasus: Pelanggaran etika kecil yang berdampak fatal.
  • Etika Digital: Bijak bermedia sosial sebagai representasi karyawan perusahaan.
  • Menetapkan standar kualitas pribadi yang tinggi melebihi ekspektasi atasan.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Seluruh staf senior

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

4. DISC for Communication

7

Menjawab Masalah Apa

Konflik di antara staf senior sering terjadi bukan karena ketidakmampuan teknis, melainkan benturan kepribadian. Seringkali senior staff merasa "susah nyambung" dengan rekan dari departemen lain, menganggap mereka terlalu lambat, terlalu cerewet, atau terlalu kaku. Modul ini memberikan "kacamata" psikologi (DISC) untuk memahami bahwa perbedaan gaya kerja adalah aset, bukan ancaman, serta mengajarkan cara "menyetel" frekuensi komunikasi agar nyambung dengan siapa saja.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mengidentifikasi profil perilaku diri sendiri (Dominance, Influence, Steadiness, atau Compliance).
  • Membaca gaya komunikasi rekan kerja, atasan, atau klien dalam waktu singkat.
  • Menyesuaikan gaya bicara (Flexing) agar pesan dapat diterima dengan baik oleh tipe kepribadian yang berbeda.
  • Mengurangi gesekan interpersonal dan meningkatkan kolaborasi lintas divisi.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Pemahaman Mendalam 4 Kuadran DISC.
  • Strategi Do's and Don'ts saat berkomunikasi dengan setiap tipe.
  • Memetakan kekuatan dan kelemahan tim berdasarkan profil DISC.
  • Simulasi penanganan konflik berdasarkan tipe kepribadian.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Senior Staff yang bekerja dalam tim proyek atau lintas divisi.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

5. Basic Analysis (Trackback, Affinity, 5 Why Analysis)

5

Menjawab Masalah Apa

Staf senior sering kali terjebak hanya menjadi "pelapor kejadian" (reporter) daripada "pemecah masalah" (problem solver). Saat ada isu, mereka cenderung memperbaiki gejala permukaannya saja, sehingga masalah yang sama muncul berulang kali. Laporan yang mereka buat sering kali hanya berupa data mentah tanpa insight. Modul ini membekali peserta dengan alat berpikir analitis sederhana untuk menemukan akar masalah yang sebenarnya (Root Cause) dan menyajikan data yang bermakna.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menemukan akar penyebab masalah menggunakan teknik 5 Whys
  • Mengelompokkan data atau ide yang berantakan menjadi informasi terstruktur (Affinity Diagram).
  • Melakukan penelusuran balik (Trackback) untuk mengaudit kesalahan proses.
  • Menyajikan laporan insiden yang analitis dan solutif kepada atasan.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Perbedaan Gejala (Symptom) vs Akar Masalah (Root Cause).
  • Teknik 5 Whys: Bertanya "Mengapa" lima kali untuk menggali kedalaman masalah.
  • Affinity Mapping: Mengorganisir kekacauan data kualitatif.
  • Logika Trackback: Cara merunut kejadian dari akhir ke awal.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Tim Quality Control
  • Analis Data
  • Tim Operasional, dan Admin Senior

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

6. Creative Thinking

5

Menjawab Masalah Apa

"Kami biasanya melakukan dengan cara ini." Kalimat tersebut adalah pembunuh inovasi yang sering diucapkan staf senior yang sudah nyaman dengan zona nyamannya. Rutinitas bertahun-tahun membuat otak tumpul dan resisten terhadap cara kerja baru yang lebih efisien. Modul ini dirancang untuk mendobrak kebekuan berpikir (mental blocks), merangsang kreativitas dalam mencari solusi alternatif, dan membuktikan bahwa perbaikan proses bisa dimulai dari level staf, bukan hanya manajer.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menghasilkan ide-ide segar untuk efisiensi dan perbaikan proses kerja harian.
  • Menggunakan teknik SCAMPER untuk memodifikasi cara kerja lama menjadi lebih baik.
  • Memecahkan kebuntuan masalah (deadlock) dengan sudut pandang Out of the Box.
  • Memimpin sesi brainstorming kecil yang efektif dan tidak membosankan.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Hambatan Kreativitas: Takut salah, terlalu logis, dan terpaku aturan lama.
  • Teknik SCAMPER (Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to other uses, Eliminate, Reverse).
  • Mind Mapping: Visualisasi ide yang bercabang.
  • Latihan berpikir Divergent (mencari banyak ide) dan Convergent (memilih ide terbaik).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Tim Marketing
  • Product Development
  • Operasional yang ditargetkan efisiensi

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

7. Assertiveness & META Model

6

Menjawab Masalah Apa

Staf senior sering berada di posisi "terjepit": sungkan menegur junior karena takut dimusuhi, tapi juga takut menolak tugas tambahan dari atasan meski sudah overload. Ketidakmampuan berkomunikasi asertif ini memicu stres terpendam atau ledakan amarah yang tidak pada tempatnya. Selain itu, komunikasi yang tidak spesifik sering menimbulkan salah paham. Modul ini menggabungkan ketegasan sikap (Assertiveness) dengan ketajaman bahasa (NLP Meta Model) untuk komunikasi yang presisi.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menyampaikan penolakan atau keberatan secara profesional tanpa merasa bersalah.
  • Memberikan teguran kepada junior secara tegas namun tetap menghargai (tidak agresif).
  • Menggunakan teknik Meta Model untuk mengklarifikasi instruksi yang samar atau generalisasi yang menyesatkan.
  • Menghindari perilaku Pasif-Agresif yang merusak hubungan kerja.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Segitiga Komunikasi: Pasif, Agresif, dan Asertif.
  • Teknik I-Statement: Rumus menegur tanpa menuduh ("Saya merasa kecewa ketika...", bukan "Kamu selalu...").
  • Pengenalan NLP Meta Model: Menantang Distorsi, Generalisasi, dan Penghapusan informasi.
  • Roleplay: Menolak tugas tambahan saat beban kerja sudah penuh.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Senior Staff
  • Team Leader
  • Mentor Internal

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

8. Idea Suggestion (Teknik Menjual Ide)

7

Menjawab Masalah Apa

Banyak staf senior memiliki ide perbaikan yang brilian karena mereka yang paling paham lapangan, namun ide tersebut sering ditolak atau diabaikan atasan. Masalahnya bukan pada kualitas idenya, melainkan cara penyampaiannya yang bertele-tele, waktu yang salah, atau tidak menjawab kebutuhan bisnis ("WIIFM for Boss?"). Modul ini melatih peserta untuk mengemas inisiatif mereka menjadi proposal bisnis ringkas yang sulit ditolak.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menyusun proposal ide yang ringkas, terstruktur, dan meyakinkan.
  • Mengidentifikasi momen yang tepat (Timing) untuk mengajukan usulan kepada atasan.
  • Menggunakan teknik Elevator Pitch untuk menjelaskan ide dalam waktu kurang dari 2 menit.
  • Meningkatkan peluang persetujuan (approval) atas inisiatif yang diajukan.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Struktur Proposal Satu Halaman (The One-Page Proposal).
  • Analisis Audiens: Apa yang dipedulikan atasan? (Uang, Waktu, atau Kualitas?).
  • Teknik Elevator Pitch: Rumus Masalah - Solusi - Manfaat.
  • Menangani penolakan dan keberatan atasan dengan elegan.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Staf yang ingin berinovasi atau mengajukan anggaran/proyek baru.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

9. Basic Presentation Skills

8

Menjawab Masalah Apa

Di level senior, staf mulai diminta mempresentasikan laporan bulanan atau progres proyek dalam rapat. Sayangnya, banyak presentasi yang membosankan: slide penuh teks (Wall of Text), pembicara yang hanya membaca layar, atau kegugupan yang terlihat jelas. Hal ini mengurangi kredibilitas isi laporan tersebut. Modul ini fokus membekali teknik dasar presentasi internal yang rapi, terstruktur, dan percaya diri.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mengatasi demam panggung (Stage Fright) saat berbicara di depan tim.
  • Membuat materi slide yang visual, sederhana, dan mendukung poin bicara (bukan dokumen Word yang dipindah ke PPT).
  • Menyusun alur presentasi yang runtut: Pembuka yang menarik, Isi yang padat, Penutup yang kuat.
  • Menggunakan bahasa tubuh yang meyakinkan saat presentasi duduk maupun berdiri.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Anatomi Presentasi: Opening - Body - Closing.
  • Prinsip Desain Slide untuk Non-Desainer: Kontras, Ukuran Font, dan Gambar.
  • Teknik Vokal dan Kontak Mata.
  • Tips praktis menghadapi sesi Tanya Jawab (Q&A) sederhana.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Senior staff yang rutin memberikan laporan dalam rapat.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

10. Online Communication

9

Menjawab Masalah Apa

Dalam era kerja hybrid atau remote, sebagian besar interaksi terjadi di ruang digital. Miskomunikasi sering terjadi di grup chat karena ketiadaan nada suara, atau rapat online yang tidak efektif karena peserta multitasking dan mematikan kamera. Etika digital yang buruk dapat menciptakan kesan tidak profesional dan menghambat produktivitas tim. Modul ini mengajarkan tata krama dan efektivitas komunikasi di dunia maya.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menulis pesan chat atau email instruksi yang anti-bias dan minim interpretasi ganda.
  • Mengelola etika rapat online (Zoom/Teams) agar tetap interaktif dan fokus.
  • Memahami Netiquette (Etika Internet) untuk menjaga profesionalisme di grup kantor.
  • Membangun kehadiran (Virtual Presence) yang positif meski tidak bertatap muka.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Hirarki Komunikasi Digital: Kapan Chat, Kapan Email, , Kapan Pesan Suara, Kapan Video Call.
  • Etika Video Conference: Manajemen latar belakang, mute/unmute, dan kontak mata kamera.
  • Menulis Broadcast Instruksi yang efektif di grup WhatsApp.
  • Manajemen notifikasi agar tidak mengganggu fokus kerja (Deep Work).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Senior staff yang rutin memberikan laporan dalam rapat.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)