2a

Director (Vision, Governance & Global Adaptability)

1. Transformational Leadership

1

Menjawab Masalah Apa

Banyak Direktur yang masih memimpin dengan gaya Transaksional (berbasis reward dan punishment) yang efektif untuk target jangka pendek namun gagal membangun loyalitas jangka panjang. Masalah timbul ketika organisasi menghadapi krisis atau butuh inovasi radikal; karyawan hanya bekerja sesuai jobdesc tanpa passion. Direktur sering kesulitan menggerakkan "hati" karyawan untuk melakukan perubahan besar. Modul ini mentransformasi pemimpin dari sekadar "Pengelola Status Quo" menjadi "Arsitek Perubahan" yang mampu menginspirasi visi dan menciptakan budaya kepemilikan (ownership) yang radikal di seluruh lapisan organisasi.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menggeser gaya kepemimpinan dari Transaksional menjadi Transformasional untuk memicu inovasi.
  • Menerapkan 4 Pilar Transformasional (Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, Individualized Consideration).
  • Menciptakan visi yang begitu kuat sehingga karyawan bersedia bekerja ekstra bukan karena terpaksa, tapi karena percaya.
  • Membangun kader pemimpin masa depan yang loyal dan berdedikasi tinggi.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Empat Pilar Transformasi: Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, Individualized Consideration.
  • Vision Casting: Cara merumuskan dan menularkan visi yang "menempel".
  • Membangun Budaya Inovasi: Mengizinkan kegagalan cerdas demi terobosan.
  • Studi Kasus: Transformasi perusahaan global (misal: Microsoft era Satya Nadella).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • CEO, Direktur Utama, dan jajaran Direksi yang sedang memimpin perubahan besar.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

2. Storytelling for Visionaries

2

Menjawab Masalah Apa

Direktur sering kali gagal meyakinkan investor, karyawan, atau publik bukan karena strategi mereka salah, tapi karena penyampaiannya yang kering dan penuh angka (data-heavy). Manusia tidak digerakkan oleh statistik, melainkan oleh cerita. Masalah utamanya adalah "Visi yang tidak terbeli" karena tidak menyentuh emosi. Modul ini mengajarkan Direktur untuk menjadi Chief Storyteller—menggunakan narasi, metafora, dan emosi untuk membungkus strategi bisnis yang kompleks menjadi pesan yang sederhana, menginspirasi, dan menggerakkan tindakan massal.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mengubah data strategi yang rumit menjadi narasi "Perjalanan Pahlawan" (Hero's Journey) yang memukau.
  • Membangun kepercayaan (Trust) dan koneksi emosional dengan ribuan karyawan atau stakeholder sekaligus.
  • Menyampaikan pesan krisis atau perubahan sulit dengan cara yang memberikan harapan, bukan ketakutan.
  • Memiliki "Bank Cerita" pribadi untuk berbagai situasi bisnis (Rapat Pemegang Saham, Townhall, Media).

Apa Saja Yang Dibahas

  • Neuroscience of Storytelling: Mengapa otak lebih suka cerita daripada data.
  • Struktur Narasi Bisnis: The Hook - The Challenge - The Guide - The Triumph.
  • Metafora Kepemimpinan: Menjelaskan konsep abstrak dengan analogi sederhana.
  • Latihan menyampaikan Visi dalam bentuk cerita 5 menit.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Semua Direktur yang menjadi "Wajah" perusahaan.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

3. Agile Leadership for Directors

3

Menjawab Masalah Apa

Di era disrupsi, bahaya terbesar bagi perusahaan besar adalah kelambanan birokrasi. Direktur sering kali terjebak dalam pola pikir "Perencanaan 5 Tahun" yang kaku (Waterfall), padahal pasar berubah tiap bulan. Organisasi menjadi lambat merespon ancaman pesaing kecil (Startups). Modul ini bukan tentang teknis Scrum/Kanban, melainkan tentang Organizational Agility—bagaimana Direktur merombak struktur hierarki yang kaku menjadi jaringan tim yang lincah, mendesentralisasi keputusan, dan menciptakan budaya yang berani bereksperimen.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Merancang struktur organisasi yang adaptif dan minim birokrasi (Bureaucracy Busting).
  • Mengubah peran Direktur dari "Pengendali Keputusan" menjadi "Pemberdaya Tim" (Servant Leader).
  • Membangun Psychological Safety agar tim berani mengambil risiko inovasi tanpa takut dihukum.
  • Merespon perubahan pasar dengan kecepatan tinggi (Speed to Market).

Apa Saja Yang Dibahas

  • Agile Mindset at C-Level: Fokus pada Customer Value di atas Process Compliance.
  • Struktur Organisasi: Dari Hierarki Piramida ke Jaringan Tim (Squads/Tribes).
  • Fail Fast, Learn Faster: Mekanisme eksperimen bisnis.
  • Kepemimpinan di era VUCA/BANI.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Direktur Operasional, Teknologi, HR, dan Transformasi.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

4. Good Corporate Governance (GCG)

4

Menjawab Masalah Apa

Skandal korporasi, fraud, dan runtuhnya reputasi perusahaan sering kali bermula dari lemahnya tata kelola di level puncak. Direktur sering terjebak mengejar profit jangka pendek dengan mengorbankan kepatuhan dan etika. Risiko hukum dan hilangnya kepercayaan investor adalah ancaman nyata. Modul ini menanamkan prinsip bahwa GCG bukan sekadar "Administrasi Kepatuhan", melainkan fondasi strategis untuk keberlanjutan bisnis (Sustainability). Direktur diajarkan menjadi penjaga moral dan nilai perusahaan di tengah tekanan target.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menerapkan prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independence, Fairness) dalam setiap keputusan strategis.
  • Mengidentifikasi dan memitigasi risiko benturan kepentingan (Conflict of Interest) di level direksi.
  • Membangun mekanisme pengawasan (Whistleblowing System) yang efektif dan melindungi pelapor.
  • Meningkatkan valuasi dan kredibilitas perusahaan di mata investor global.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Pilar Utama GCG dan kaitannya dengan profitabilitas jangka panjang.
  • Peran dan Tanggung Jawab Dewan Direksi vs Dewan Komisaris.
  • Etika Bisnis Strategis: Menangani area abu-abu (Grey Areas).
  • Manajemen Risiko Kepatuhan dan Hukum.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Seluruh Jajaran Direksi dan Komisaris.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

5. Executive Social Networking

5

Menjawab Masalah Apa

Banyak Direktur merasa "kesepian di puncak" dan terjebak dalam gelembung internal perusahaan. Mereka kurang memiliki jejaring eksternal yang strategis, sehingga buta terhadap tren pasar atau kesulitan mencari mitra aliansi. Selain itu, Personal Brand mereka lemah, sehingga perusahaan sulit menarik talenta terbaik atau investor. Modul ini mengajarkan strategi membangun "Modal Sosial"—jejaring tingkat tinggi dengan pemerintah, pemimpin industri lain, dan tokoh masyarakat untuk keuntungan strategis perusahaan.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memetakan dan menembus lingkaran pengaruh (Circle of Influence) yang strategis bagi bisnis.
  • Membangun Personal Brand sebagai Thought Leader (Pemimpin Pemikiran) di industri melalui LinkedIn atau forum global.
  • Menggunakan jejaring untuk intelijen bisnis (Market Intelligence) dan akses ke peluang tersembunyi.
  • Menjadi magnet talenta (Talent Magnet) bagi eksekutif top lainnya.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Teori Modal Sosial: Bonding (Internal) vs Bridging (Eksternal).
  • Strategi Networking Kelas Atas: Bukan sekadar tukar kartu nama, tapi tukar nilai (Value Exchange).
  • Digital Executive Presence: Mengelola reputasi online.
  • Seni Diplomasi dan Lobi Bisnis.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • CEO, Direktur Pemasaran, dan Direktur Pengembangan Bisnis.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

6. Mindful Leadership

6

Menjawab Masalah Apa

Tekanan konstan di level C-Level sering kali memicu stres kronis yang berujung pada pengambilan keputusan yang impulsif, emosional, atau bias. Direktur sering kehilangan "kejernihan" (Clarity) karena terlalu sibuk bereaksi terhadap masalah. Mindfulness bukan tentang meditasi spiritual, melainkan tentang latihan otak untuk fokus, sadar penuh (aware), dan tenang di tengah kekacauan (Calm in Chaos). Ini adalah kompetensi wajib untuk menjaga kesehatan mental pemimpin dan kualitas keputusannya.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mengambil keputusan strategis dengan kejernihan penuh, bebas dari kepanikan atau bias emosi sesaat.
  • Mengelola energi dan stres diri sendiri (Self-Regulation) untuk mencegah Executive Burnout.
  • Menjadi pendengar yang hadir sepenuhnya (Deep Listening) bagi tim, meningkatkan empati dan kualitas informasi.
  • Menciptakan budaya kerja yang lebih manusiawi dan sadar kesehatan mental.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Neuroscience of Mindfulness: Bagaimana otak eksekutif bekerja di bawah tekanan.
  • Teknik Micro-Mindfulness: Latihan fokus 1 menit di antara rapat padat.
  • Mindful Decision Making: Jeda strategis sebelum memutuskan.
  • Memimpin dengan Compassion (Welas Asih) tanpa menjadi lemah.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Seluruh Direktur yang ingin menjaga performa puncak dan kesehatan jangka panjang.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

7. Becoming MACC (Mentor, Advisor, Coach, Consultant)

7

Menjawab Masalah Apa

Masalah terbesar bagi Direktur senior adalah "Apa selanjutnya?" dan "Apa yang saya tinggalkan?". Banyak perusahaan kehilangan aset intelektual berharga saat Direktur pensiun karena tidak ada transfer ilmu. Di sisi lain, Direktur perlu mempersiapkan diri menjadi otoritas industri yang berdampak luas, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Modul ini mentransformasi Direktur dari sekadar "Pemimpin Perusahaan" menjadi "Guru/Ahli Industri" yang mampu membagikan wisdom-nya melalui 4 peran berbeda.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menguasai konsep MACC dan tahu kapan harus memakainya
  • Mendokumentasikan pengalaman puluhan tahun menjadi Intellectual Property (Buku, Modul, Framework).
  • Membangun legasi kepemimpinan (Legacy) yang terus hidup di perusahaan.
  • Mempersiapkan karir kedua pasca-korporat sebagai Konsultan/Pembicara Profesional.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Filosofi MACC: Transform Knowledge into Legacy.
  • Teknik Transfer Tacit Knowledge (Ilmu Intuitif) kepada penerus.
  • Metodologi Konsultansi Internal & Eksternal.
  • Membangun Otoritas: Personal Branding sebagai Pakar Industri.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Direktur Senior, CEO yang menyiapkan suksesi, dan Eksekutif yang bersiap pensiun (Pre-retirement).

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)