2a

Functional Skills

1. handling objections & Closing for sales and Marketing 

4

Menjawab Masalah Apa

Masalah terbesar tenaga penjualan adalah ketakutan akan penolakan. Saat calon klien berkata "Harganya kemahalan" atau "Saya pikir-pikir dulu", banyak sales yang langsung menyerah atau justru berdebat (defensif). Modul ini mengatasi mental blok tersebut dan memberikan teknik verbal untuk memutar keberatan menjadi peluang penutupan (closing).

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Meningkatkan Closing Rate (tingkat keberhasilan penjualan) secara signifikan.
  • Memiliki mental baja saat menghadapi penolakan beruntun.
  • Mampu membedakan antara "keberatan asli" dan "sekadar alasan".
  • Teknik closing yang elegan tanpa terlihat memaksa.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Psikologi di Balik Kata "Tidak": Mengapa pelanggan menolak?
  • Teknik LACE (Listen, Accept, Commit, Explicit Action) dalam merespon keberatan.
  • Mengatasi 3 Keberatan Utama: Harga, Waktu, dan Kompetitor.
  • 5 Teknik Closing Efektif (The Assumptive Close, The Urgency Close, dll).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Sales Executive, Account Manager, Agen Asuransi/Properti, dan Business Development.

2. Managing Difficult Customers for customer services

3

Menjawab Masalah Apa

Frontliner sering mengalami burnout (kelelahan mental) karena menjadi sasaran kemarahan pelanggan. Kesalahan fatal sering terjadi ketika staf terpancing emosi atau memberikan jawaban robotik ("Sesuai SOP pak"), yang justru memperparah situasi. Modul ini mengajarkan cara meredakan "ledakan" emosi pelanggan tanpa mengorbankan harga diri staf.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mampu melakukan De-eskalasi (penurunan tensi) konflik dalam hitungan menit.
  • Melindungi kesehatan mental diri sendiri dengan tidak memasukkan amarah pelanggan ke hati (Don't take it personally).
  • Mengubah pelanggan yang kecewa menjadi pelanggan loyal (Service Recovery Paradox).
  • Mengurangi jumlah kasus yang harus dieskalasi ke atasan.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Anatomi Amarah: Memahami pemicu emosi pelanggan.
  • Teknik Empati Taktis: Kalimat-kalimat ajaib yang meredakan emosi ("Saya mengerti kekecewaan Bapak...").
  • Metode HEAT (Hear, Empathize, Apologize, Take Action).
  • Seni Berkata "Tidak" pada permintaan yang tidak masuk akal dengan tetap sopan.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Customer Service, Resepsionis, Call Center Agent, dan Staf Penanganan Komplain.

3. Crisis Management & Media Relations for Public relations

4

Menjawab Masalah Apa

Saat krisis terjadi (kecelakaan kerja, skandal viral, bencana alam), pemimpin seringkali panik, menghilang, atau salah bicara di depan publik/media. Kesalahan di 24 jam pertama krisis bisa menghancurkan reputasi perusahaan yang dibangun puluhan tahun. Modul ini melatih kesiapan mental dan protokol komunikasi saat kondisi darurat.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Ketenangan dan kendali penuh saat situasi genting terjadi.
  • Mampu merumuskan pesan kunci (Holding Statement) dalam waktu kurang dari 1 jam.
  • Mencegah penyebaran rumor liar di kalangan karyawan dan publik.
  • Menjaga kepercayaan investor dan pelanggan pasca-krisis.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Anatomi Krisis: Fase Pre-crisis, Acute, dan Post-crisis.
  • Protokol 24 Jam Pertama: Siapa bicara apa kepada siapa.
  • Teknik Menghadapi Media: Bridging (jembatan komunikasi) dan menghindari jebakan pertanyaan wartawan.
  • Simulasi Table-top Exercise: Latihan pengambilan keputusan cepat.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Direktur, General Manager, Manajer PR/Humas, dan Kepala Cabang.