2a

General Manager (Systemic Thinking & Organization Alignment)

1. Business Presentation Skills (Executive Presence)

1

Menjawab Masalah Apa

Presentasi di level GM memiliki taruhan tinggi (High Stakes). Audiensnya bukan lagi staf, melainkan Dewan Direksi, Investor, atau Mitra Bisnis Strategis yang kritis, sibuk, dan tidak menoleransi detail teknis yang bertele-tele. Masalah utama GM adalah gagal mendapatkan persetujuan (buy-in) untuk anggaran atau proyek besar karena presentasi mereka kurang tajam secara bisnis, membosankan, atau gagal menjawab pertanyaan "So What?" dari para pemegang saham. Modul ini melatih GM untuk memancarkan Executive Presence yang meyakinkan.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Menyusun Executive Summary yang memukau dan mampu menyampaikan inti bisnis dalam 3 menit pertama.
  • Menggunakan teknik Pyramid Principle untuk menyusun argumen yang logis, terstruktur, dan tak terbantahkan.
  • Tampil tenang dan dominan saat menghadapi "serangan" pertanyaan sulit (Hostile Q&A) dari Direksi.
  • Mengubah data kompleks menjadi narasi visual yang mudah dicerna oleh pengambil keputusan non-teknis.

Apa Saja Yang Dibahas

  • The Boardroom Dynamics: Membaca psikologi pengambil keputusan di meja rapat.
  • Pyramid Principle (Minto): Sampaikan kesimpulan di awal, argumen di tengah, data di akhir.
  • Data Storytelling: Memilih data yang berbicara, bukan sekadar memindahkan tabel Excel ke slide.
  • Handling The Shark Tank: Teknik verbal dan non-verbal menghadapi audiens yang agresif atau skeptis.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • General Manager, Kepala Divisi, dan Eksekutif yang rutin melapor ke Direksi.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

2. Persuasion Skills with NLP

1

Menjawab Masalah Apa

Sebagai GM, Anda sering harus bernegosiasi dengan pihak yang tidak bisa Anda perintah (Pejabat Pemerintah, Serikat Pekerja, Klien Raksasa, atau sesama GM). Logika dan data sering kali mentok karena keputusan manusia 80% didorong oleh emosi. Modul ini menggunakan Neuro-Linguistic Programming (NLP) untuk menembus tembok resistensi, membaca pikiran lawan bicara lewat bahasa tubuh mikro, dan memengaruhi keputusan mereka secara bawah sadar (subconscious) tanpa terlihat manipulatif.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Membangun koneksi instan (Instant Rapport) dengan siapa pun, bahkan dengan lawan bicara yang sulit atau tertutup.
  • Membaca sinyal kebohongan atau keraguan melalui kalibrasi bahasa tubuh dan gerakan mata (Eye Accessing Cues).
  • Mengubah keberatan lawan menjadi persetujuan dengan teknik Reframing (membingkai ulang makna).
  • Menggunakan pola bahasa hipnotik (Milton Model) untuk menanamkan ide dan arahan strategis secara halus.

Apa Saja Yang Dibahas

  • VAK Model: Menyesuaikan gaya persuasi dengan tipe Visual, Auditory, atau Kinesthetic lawan bicara.
  • Advanced Mirroring & Matching: Menyelaraskan fisiologi untuk meminimalisir resistensi bawah sadar.
  • The Art of Reframing: Mengubah "Masalah Mahal" menjadi "Investasi Menguntungkan" dalam persepsi klien.
  • Anchoring: Teknik memicu emosi positif (percaya/tenang) pada lawan bicara kapan pun diperlukan.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • GM Sales, GM Hubungan Pemerintah (Gov-Rel), dan Negosiator Utama perusahaan.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

3. Risk Management & Business Acumen

3

Menjawab Masalah Apa

Banyak GM yang dulunya orang teknis/operasional hebat, namun gagap saat bicara keuangan dan risiko bisnis. Mereka fokus mengejar omzet (Revenue) tapi lupa menjaga profit (Bottom Line), atau mengambil keputusan agresif tanpa memitigasi risiko hukum dan finansial. Ketidaktahuan ini bisa membahayakan kelangsungan hidup perusahaan. Modul ini mencetak GM yang "Melek Bisnis", yang mampu membaca Laporan Keuangan seperti membaca peta perang dan menyeimbangkan ambisi dengan kehati-hatian.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Membaca dan menganalisis Laporan Keuangan (P&L, Neraca, Arus Kas) untuk keputusan operasional.
  • Mengidentifikasi potensi risiko strategis (Keuangan, Operasional, Reputasi) sebelum proyek dijalankan.
  • Menggunakan Risk Matrix (Likelihood vs Impact) untuk memprioritaskan mitigasi risiko.
  • Berpikir seperti pemilik bisnis (Entrepreneurial Mindset): Fokus pada ROI dan efisiensi modal.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Finance for Non-Finance Gen-M: Memahami bahasa uang dalam bisnis.
  • Identifikasi Risiko: Strategic, Operational, Financial, & Hazard Risks.
  • Risk Mitigation Strategies: Avoid, Reduce, Share, atau Accept.
  • Analisis Kelayakan Bisnis: Menghitung ROI, NPV, dan Payback Period sederhana.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • Semua GM (Wajib), terutama yang memegang tanggung jawab Profit Center.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

4. SOARA Ethics and Strategy

4

Menjawab Masalah Apa

Strategi bisnis sering kali kering, hanya berbasis angka, dan melupakan faktor manusia serta etika. Model SWOT (Strengths, Weaknesses, etc) kadang terlalu fokus pada kelemahan. SOARA (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results, Analysis) adalah pendekatan strategi positif (Appreciative Inquiry) yang menggabungkan perencanaan bisnis dengan nilai-nilai luhur perusahaan. Masalah yang dijawab adalah bagaimana mencapai target agresif tanpa mengorbankan integritas dan budaya perusahaan, serta membangun strategi yang menginspirasi karyawan.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Merumuskan strategi bisnis yang berbasis pada kekuatan inti (Strengths) dan aspirasi masa depan, bukan hanya menambal kelemahan.
  • Mengintegrasikan prinsip etika dan nilai perusahaan ke dalam setiap rencana strategis (Bisnis yang beretika).
  • Mengubah Results (Hasil) dari sekadar angka finansial menjadi dampak yang lebih luas (Triple Bottom Line).
  • Membangun optimisme organisasi dalam mengejar peluang pasar.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Perbedaan pendekatan Defisit (SWOT) vs Pendekatan Aset (SOARA).
  • S-O-A-R-A Cycle.
  • Dilema Etika dalam Strategi: Studi kasus keputusan sulit.
  • Menyelaraskan strategi bisnis dengan Core Values perusahaan.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • GM Perencanaan Strategis, HR, dan Operasional.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

5. Stakeholder Management

5

Menjawab Masalah Apa

GM beroperasi di tengah jaring laba-laba kepentingan yang rumit: Direksi, Karyawan, Pemerintah, Media, Komunitas, dan Vendor. Satu saja pemangku kepentingan (stakeholder) kunci diabaikan, proyek besar bisa berhenti total. Masalah umum adalah GM terlalu fokus ke internal dan gagap menghadapi tekanan eksternal, atau gagal memetakan siapa kawan dan siapa lawan. Modul ini memberikan alat navigasi politik korporat untuk mengelola ekspektasi semua pihak.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memetakan peta kekuatan politik para stakeholder menggunakan Power/Interest Grid.
  • Merancang strategi komunikasi yang berbeda untuk setiap kelompok (siapa yang harus "Dikelola Ketat", siapa yang cukup "Diinfokan").
  • Mengubah stakeholder yang resisten (Lawan) menjadi pendukung (Aliansi), atau minimal menetralkan mereka.
  • Menjaga keseimbangan kepentingan bisnis dan sosial.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Identifikasi Stakeholder: Primer, Sekunder, dan Kunci.
  • Analisis Power vs Interest: Menentukan prioritas penanganan.
  • Strategi Pelibatan (Engagement Strategy): High Touch vs Low Touch.
  • Mengelola Politik Kantor (Office Politics) secara etis untuk memuluskan tujuan bisnis.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • GM Hubungan Masyarakat, Proyek Besar, dan Kepala Wilayah.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

6. Change Leadership

6

Menjawab Masalah Apa

Perubahan itu mudah diusulkan di ruang rapat, tapi sulit dilaksanakan di lapangan. Inisiatif strategis GM sering gagal bukan karena strateginya salah, tapi karena resistensi manusia (budaya "Asal Bapak Senang" atau sabotase diam-diam). GM harus mampu memimpin tim melewati "Lembah Keputusasaan" (Valley of Despair) saat transisi terjadi. Modul ini membedakan antara Change Management (mengelola proses) dengan Change Leadership (memimpin emosi manusia).

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami psikologi perubahan dan kurva emosi yang dialami karyawan (Kaget - Marah - Depresi - Menerima).
  • Mengkomunikasikan "WHY" (Alasan Mendesak) perubahan dengan narasi yang menggugah, bukan menakutkan.
  • Mengidentifikasi dan merangkul para Early Adopters sebagai agen perubahan.
  • Mempertahankan momentum perubahan agar tidak kembali ke cara lama.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Model Perubahan John Kotter (8 Steps to Change) - Adaptasi Praktis.
  • Kurva Perubahan (The Change Curve): Cara memimpin di setiap fase emosi.
  • Mengatasi Resistensi: Mendengarkan ketakutan di balik penolakan.
  • Merayakan Quick Wins untuk membangun optimisme.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • GM yang sedang memimpin transformasi digital, restrukturisasi, atau merger.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

7. Conflict Resolution (Advanced)

7

Menjawab Masalah Apa

Konflik di level GM bukan lagi soal "siapa tidak suka siapa", tapi soal perebutan sumber daya, perbedaan prioritas strategis antar-divisi, atau sengketa kepentingan yang bernilai miliaran. Jika tidak diselesaikan, konflik ini menciptakan "Silo" yang melumpuhkan perusahaan. GM harus berperan sebagai Diplomat Ulung yang mampu menengahi konflik tingkat tinggi dan mengubah gesekan menjadi energi produktif, tanpa harus selalu mengandalkan intervensi Direktur Utama.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Mendiagnosa akar konflik sistemik (Struktural vs Personal).
  • Menggunakan teknik Mediasi Tingkat Lanjut untuk mendamaikan dua kubu yang berseberangan.
  • Melakukan negosiasi Multi-party (banyak pihak) yang rumit.
  • Mengubah konflik destruktif menjadi "Konflik Kognitif" yang memicu inovasi.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument (TKI) tataran strategis.
  • Teknik Mediasi Pihak Ketiga: Memisahkan orang dari masalah.
  • De-escalating Tension: Menurunkan tensi politik antar departemen.
  • Membangun Konsensus (Consensus Building) tanpa pemungutan suara (voting).

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • GM HR, GM Operasional, dan Pimpinan Proyek Lintas Divisi.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)

8. Crisis Management

8

Menjawab Masalah Apa

Saat krisis terjadi (kecelakaan kerja fatal, serangan siber, skandal viral, atau bencana alam), GM adalah "Nakhoda di Tengah Badai". Kepanikan, kebisuan, atau salah bicara di media dalam 24 jam pertama dapat menghancurkan reputasi perusahaan selamanya. Modul ini melatih kesiapan mental dan protokol komando GM untuk mengambil kendali penuh, meminimalisir kerusakan, dan memulihkan kepercayaan publik pasca-krisis.

Manfaat Apa Yang Anda Peroleh

Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Tetap tenang dan berpikir jernih (Composure) saat situasi chaos.
  • Membentuk dan memimpin Crisis Command Center dengan pembagian tugas yang jelas.
  • Merumuskan Holding Statement (Pernyataan Awal) untuk media/publik dalam 1 jam pertama.
  • Memimpin proses pemulihan bisnis (Business Continuity) setelah krisis mereda.

Apa Saja Yang Dibahas

  • Anatomi Krisis: Pre-crisis, Acute, Post-crisis.
  • Protokol Komunikasi Krisis: 3C (Concern, Control, Commitment).
  • Simulasi Table-top Exercise: Latihan pengambilan keputusan cepat dalam skenario darurat.
  • Media Handling: Menghadapi wartawan dan pertanyaan menjebak saat krisis.

Siapa yang Perlu Ikut: 

  • General Manager, Kepala Pabrik/Cabang, dan Juru Bicara Perusahaan.

Durasi Training: 

8 Sesi (2 Hari)