2a
8 KETERAMPILAN KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN PENTING

Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang efektif , Anda harus unggul dalam komunikasi. Faktanya, kesuksesan bisnis Anda bergantung padanya.

Menurut laporan dari Economist Intelligence Unit, komunikasi yang buruk dapat menyebabkan rendahnya semangat kerja, target kinerja yang tidak tercapai, dan bahkan hilangnya penjualan. Sebuah studi terpisah menemukan bahwa komunikasi yang tidak memadai dapat merugikan perusahaan besar rata-rata $64,2 juta per tahun, sementara organisasi kecil berisiko kehilangan $420,000 per tahun.

Namun komunikasi yang efektif berdampak lebih dari sekedar keuntungan. Bagi para pemimpin, hal ini memungkinkan mereka untuk menyatukan timnya dalam mencapai visi bersama, meberdayakan karyawan 
, membangun kepercayaan, dan berhasil menavigasi perubahan organisasi.

MENGAPA KOMUNIKASI PENTING DALAM KEPEMIMPINAN?

Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi perubahan positif dan bertahap dengan memberdayakan orang-orang di sekitarnya untuk bekerja menuju tujuan bersama. Alat paling ampuh bagi seorang pemimpin untuk melakukan hal ini adalah komunikasi.

Komunikasi yang efektif sangat penting untuk mendapatkan kepercayaan, menyelaraskan upaya dalam mencapai tujuan, dan menginspirasi perubahan positif. Ketika komunikasi kurang, informasi penting dapat disalahartikan, menyebabkan hubungan menjadi buruk dan, pada akhirnya, menciptakan hambatan yang menghambat kemajuan.

Jika Anda tertarik untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan Anda, berikut delapan keterampilan komunikasi yang Anda perlukan agar lebih efektif dalam peran Anda.

 

 

KETERAMPILAN KOMUNIKASI PENTING UNTUK PEMIMPIN

1. Kemampuan Menyesuaikan Gaya Komunikasi Anda

Gaya komunikasi yang berbeda adalah penyebab komunikasi yang buruk yang paling sering disebutkan, menurut Economist Intelligence Unit, dan dapat menyebabkan masalah yang lebih signifikan, seperti prioritas yang tidak jelas dan meningkatnya stres.

Penting untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan Anda , sehingga Anda dapat lebih memahami bagaimana Anda berinteraksi dan dirasakan oleh karyawan di seluruh organisasi. Misalnya, jika Anda seorang pemimpin yang berwibawa, kemungkinan besar Anda memiliki visi yang jelas untuk mencapai kesuksesan dan menyelaraskan tim Anda dengan visi tersebut. Meskipun merupakan pendekatan yang efektif bagi sebagian orang, pendekatan ini mungkin gagal bagi orang lain yang menginginkan otonomi lebih dalam peran mereka.

Motivasi setiap karyawan berbeda-beda, jadi mengetahui cara menyesuaikan komunikasi Anda sangat penting untuk memengaruhi orang lain dan mencapai tujuan organisasi.

2. Mendengarkan Secara Aktif

Pemimpin yang efektif tahu kapan mereka perlu berbicara dan, yang lebih penting, kapan mereka perlu mendengarkan. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan meminta pendapat, ide, dan masukan karyawan. Dan ketika mereka berbagi, terlibatlah secara aktif dalam percakapan—ajukan pertanyaan, undang mereka untuk menguraikan, dan buat catatan.

Penting untuk tetap fokus pada saat ini dan menghindari interupsi. Pertahankan fokus Anda pada karyawan tersebut dan apa yang mereka katakan. Untuk mencapainya, Anda juga perlu menghilangkan gangguan apa pun, termasuk ping terus-menerus di ponsel Anda atau memeriksa email masuk.

3. Transparansi

Dalam survei yang dilakukan oleh American Management Association, lebih dari sepertiga manajer senior, eksekutif, dan karyawan mengatakan bahwa mereka “hampir tidak pernah” mengetahui apa yang terjadi di organisasi mereka. Transparansi dapat membantu meruntuhkan hambatan komunikasi tersebut.

Dengan berbicara secara terbuka tentang tujuan, peluang, dan tantangan perusahaan, para pemimpin dapat membangun kepercayaan di antara tim mereka dan menumbuhkan lingkungan di mana karyawan merasa diberdayakan untuk berbagi ide dan berkolaborasi. Mengakui kesalahan saja dapat mendorong eksperimen dan menciptakan ruang aman untuk pemecahan masalah secara aktif.

Setiap individu harus memahami peran yang mereka mainkan dalam kesuksesan perusahaan. Semakin transparan pemimpinnya, semakin mudah bagi karyawannya untuk menjalin hubungan tersebut.

4. Kejelasan

Saat berkomunikasi dengan karyawan, bicaralah secara spesifik. Tentukan hasil yang diinginkan dari sebuah proyek atau inisiatif strategis dan jelaskan apa yang ingin Anda capai pada akhir setiap pencapaian. Jika tujuan tidak tercapai, coba sederhanakan pesan Anda lebih lanjut atau tanyakan bagaimana Anda dapat memberikan kejelasan atau bantuan tambahan.

Semakin jelas Anda, semakin sedikit kebingungan seputar prioritas. Karyawan akan mengetahui apa yang sedang mereka upayakan dan merasa lebih terlibat dalam prosesnya.

5. Kemampuan Mengajukan Pertanyaan Terbuka

Jika Anda ingin memahami motivasi, pemikiran, dan tujuan karyawan dengan lebih baik, berlatihlah mengajukan pertanyaan terbuka. Jennifer Currence, presiden perusahaan konsultan The Currence Group, mengatakan kepada Society of human resource management untuk menggunakan akronim TED, yang merupakan singkatan dari:

  • “ Ceritakan lebih banyak padaku.”
  • “ Jelaskan maksudmu.”
  • “ Definisikan istilah atau konsep itu untuk saya.”

Dengan memanfaatkan frasa tersebut ketika berbicara dengan tim Anda, Anda dapat memperoleh tanggapan yang lebih bijaksana dan menyeluruh serta memastikan Anda juga memiliki kejelasan mengenai apa yang mereka butuhkan dari Anda untuk sukses.

6. Empati

Ada alasan mengapa empati menduduki peringkat teratas keterampilan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk sukses. Semakin baik Anda mengakui dan memahami perasaan dan pengalaman karyawan, mereka akan semakin didengarkan dan dihargai.

Dalam survei terbaru, 96 persen responden mengatakan penting bagi perusahaan mereka untuk menunjukkan empati, namun 92 persen menyatakan bahwa empati masih diremehkan. Jika Anda ingin meningkatkan komunikasi dan membangun budaya yang lebih kuat dan produktif, berlatihlah merespons dengan empati.

7. Bahasa Tubuh Terbuka

Komunikasi bukan hanya sekedar apa yang Anda katakan; itulah caramu membawa dirimu sendiri. Sembilan puluh tiga persen dampak komunikasi berasal dari isyarat nonverbal, menurut pelatih eksekutif Darlene Price.

Untuk memastikan Anda menyampaikan pesan yang benar, fokuslah pada bahasa tubuh Anda. Jika Anda mencoba menginspirasi seseorang, berbicara dengan tangan terkepal dan alis berkerut tidak akan menyampaikan pesan yang tepat. Sebaliknya, lakukan kontak mata untuk membangun ketertarikan dan hubungan baik, serta berikan senyuman tulus untuk menunjukkan kehangatan dan kepercayaan.

8. Menerima dan Melaksanakan Umpan Balik

Meminta umpan balik dari tim Anda tidak hanya dapat membantu Anda tumbuh sebagai pemimpin, namun juga membangun kepercayaan di antara rekan kerja Anda. Namun, penting bagi Anda untuk tidak hanya mendengarkan masukannya. Anda juga perlu mengambil tindakan.

Jika Anda terus menerima umpan balik dari tim Anda, namun tidak menerapkan perubahan apa pun, mereka akan kehilangan kepercayaan pada kemampuan Anda untuk menindaklanjutinya. Kemungkinan besar akan ada komentar yang tidak dapat segera Anda tindak lanjuti—bersikaplah transparan mengenai hal tersebut. Dengan memberi tahu karyawan Anda bahwa mereka didengarkan dan kemudian memberi tahu mereka tentang kemajuan apa pun yang Anda dapat, atau lakukan, buat, mereka akan merasa seolah-olah Anda menghargai perspektif mereka dan serius untuk meningkatkannya.


Link : https://online.hbs.edu/blog/post/leadership-communication 

Artikel by : Harvard Business School Online