2a
Tips untuk Leader Mengelola Anak Buah Gen-Z

Pada artikel sebelumnya, kita telah membaca artikel mengenai kekuatan dalam diri Gen-Z di dalam organisasi kita yang bisa kita optimalkan. Sekarang, bagaimana cara menjaga anak buah kita yang termasuk dalam Gen-Z tetap pada sisi optimalnya? Kecenderungan manusia adalah mendapatkan dan senang dengan pengakuan, terutama atas gagasan atau idenya sendiri. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghargai dan memberi motivasi kepada Gen-Z adalah dengan memberikan feedback dengan cara yang tepat dan natural. Berikut adalah tiga tips membina anak buah yang berasal dari Gen-Z:

 

1.       Pakai Metode “Sandwich”

Saat Anda mendapat ada pendapat dari anak buah Gen-Z yang perlu diperbaiki, jangan terburu-buru mengkoreksi atau memberi masukan. Berikanlah masukan dengan pola ‘sandwich’. Kita mengetahui bahwa sandwich terdiri dari dua lapisan roti dengan daging di tengahnya. Dengan analogi tersebut, kita dapat memberikan masukan dengan mengawalinya dengan menyebutkan hal baik dan positif dari gagasannya, terutama untuk inisiatifnya. Itulah ‘roti’ atasnya.

Barulah kemudian Anda masuk ke dalam dagingnya, yaitu memberikan masukan sisi-sisi mana yang sebaiknya dikembangkan dari gagasannya. Anda juga harus berhati-hati dalam memberi masukan, yang mana harus dalam format diskusi, bukan instruksi. Hal ini akan kita bahas di poin selanjutnya. Setelah memberikan masukan, berikan apresiasi yang sifatnya motivasional. Dengan demikian ia akan merasa dihargai dan menjadi tergugah untuk menyampaikan ide-ide berikutnya.  

 

2.       Ajak Diskusi, Bukan Instruksi

Kecenderungan kita ketika memberikan masukan adalah memperbaiki ide orang lain dengan menambahkannya dengan ide-ide dari pikiran kita sendiri. Hal ini harus diubah paradigmanya, yaitu bukan memberikan instruksi, yaitu mengubahnya menjadi suatu ruang untuk ekspolrasi ide. Anda dapat mengatakan demikian: “Menurut kamu, baiknya pakai cara apa ya supaya lebih oke?”

Hal ini dapat memancing anak buah Gen-Z untuk memberikan gagasannya lebih lanjut. Mereka tidak akan tersinggung karena ide tersebut berasal dari diri mereka, bukan pertama-tama dari Anda. Mereka juga akan merasa semakin dihargai karena Anda membuka dan mengapresiasi usaha untuk diskusi dan eksplorasi ide.

 

3.       Jadilah Pendengar

Saat memberikan masukan, kita juga punya kecenderungan untuk terus berbicara karena kita ingin memberikan masukan. Sekali lagi, paradigma ini harus diubah kepada Gen-Z. Hindari berfokus untuk terus berbicara karena cenderung akan menjadi instruksi. Sebaliknya, utamakan untuk mendengarkan. Anda berbicara untuk menggali ide dan pendapat anak buah Anda, yaitu dengan mengajukan pertanyaan yang memancing ide. Seperti “Mengapa?”, dan “Bagaimana?”

 

Itulah tips-tips yang dapat Anda lakukan untuk memaksimalkan potensi anak buah Anda yang berasal dari Gen-Z. Intisari dari tindakan Anda adalah membiarkan Gen-Z ‘owning’ ide/gagasannya. Dengan membuat mereka memiliki dan mengembangkan gagasannya, mereka akan sangat merasa dihargai, diakui, dan dikembangkan di dalam organisasi Anda.