Baik menjalankan startup kecil
atau seluruh negara, pemimpin yang hebat harus memanfaatkan keterampilan
komunikasi yang efektif. Perhatikan beberapa pemimpin yang mengubah
sejarah—Churchill, Gandhi, Martin Luther King, Jr. dan bahkan Napoleon.
Semuanya ahli dalam bahasa yang berhubungan.
Keterampilan komunikasi yang
baik juga penting bagi para pemimpin di dunia korporat untuk menginspirasi
pemangku kepentingan di luar perusahaan dan menyatukan tim internal menjadi
satu kelompok yang kohesif. Hubungan yang kuat dapat meningkatkan ketahanan dan
kesuksesan perusahaan sekaligus meningkatkan tingkat retensi talenta.
Komunikasi Efektif: Dua Arah
Vs. SATU ARAH
Pemimpin yang berpengaruh
mempraktikkan komunikasi dua arah, memotivasi dan membangun hubungan yang solid
dengan anggota tim.
Sebagai seorang pemimpin,
penting untuk memahami pentingnya komunikasi satu arah dan dua arah. Terkadang,
Anda harus mengomunikasikan kepada tim Anda keputusan yang telah diambil dan
arahan yang harus diikuti. Apa pun situasinya, membiarkan anggota tim Anda
menyuarakan ketidaksepakatan mereka mengenai keputusan adalah kuncinya—karena
memahami kekhawatiran mereka itu penting. Namun, menyusun komunikasi Anda
dengan jelas dan mengatasi masalah apa pun sebelum disampaikan dapat
mempercepat penerimaan.
Berikut
enam ciri komunikasi efektif dalam kepemimpinan.
Mendengarkan
Aktif
Pemimpin yang baik adalah
pendengar yang aktif. Mereka tidak hanya mendengarkan komentar dan masukan
dari timnya; mereka memproses, menyimpan, mendiskusikan dan, jika mungkin,
memasukkannya ke dalam proses pengambilan keputusan. Ketika anggota tim merasa
didengarkan, hal itu membangun semangat kerja.
Para pemimpin juga harus
mendorong dan memfasilitasi sifat ini dalam tim untuk membangun hubungan yang
lebih baik antar anggota tim. Kebijakan pintu terbuka, komunikasi dengan masing-masing
anggota tim, reaksi positif terhadap umpan balik, dan debat konstruktif dapat
membantu Anda memimpin dengan memberi contoh.
Aktivitas membangun tim
seperti berdiskusi mengenai isu-isu umum menggunakan jam catur (di mana setiap
anggota mendapat waktu yang sama untuk berbicara) dapat menyadarkan pentingnya
mendengarkan.
Gaya
Komunikasi Individu
Akan lebih baik jika Anda
memperkenalkan beberapa mode komunikasi untuk mengakomodasi anggota tim Anda.
Beberapa orang lebih menyukai interaksi tatap muka, sementara yang lain mungkin
lebih nyaman mengobrol di Slack. Tidak semua orang akan merasa nyaman melakukan
presentasi kepada seluruh tim, namun mereka mungkin mengkomunikasikan ide
mereka dengan baik melalui infografis atau presentasi bersama di mana orang
dapat berkomentar secara real time.
Sebagai seorang pemimpin,
Anda harus memahami bahwa perspektif komunikasi efektif setiap anggota tim
berbeda-beda dan mungkin memerlukan saluran yang tepat untuk mengekspresikan
diri secara memadai.
Memperkenalkan dan mendorong
berbagai saluran komunikasi dapat menginspirasi tim untuk lebih sering berbagi
ide dan bertukar informasi.
Ringkas
dan Kejelasan
Jangan biarkan komunikasi
Anda tenggelam dalam lautan kata-kata. Informasi yang lebih banyak dapat dengan
mudah membingungkan pendengar seperti halnya informasi yang tidak memadai. Ini
berlaku untuk semua bentuk komunikasi. Itu sebabnya TEDx Talks dirancang
berdurasi paling lama 18 menut —untuk menjaga perhatian penonton.
Email singkat, memo, dan
instruksi ringkas dapat mengomunikasikan maksud Anda lebih baik daripada teks
berukuran besar. Kejelasan dan keringkasan dapat membantu anggota tim menyerap
informasi yang diperlukan dan tetap memiliki pemahaman yang sama. Hal ini
menciptakan kohesi dan memotivasi tim untuk mengejar tujuan bersama.
Misalnya, jika seorang CFO
menulis memo kepada seluruh tim dengan istilah khusus keuangan, kemungkinan
besar memo tersebut tidak akan efektif dalam menyampaikan maksudnya kepada
desainer, TI, atau siapa pun di tim yang tidak memahami bahasa keuangan
tersebut. Komunikasi kepemimpinan harus jelas bagi semua anggota
tim.
Memo enam halaman Amazon yang berfungsi sebagai pengganti presentasi
PowerPoint tradisional diperkenalkan untuk mencapai lebih banyak klarifikasi
dalam komunikasi.
Relatabilitas
Kunci untuk membangun
hubungan yang kuat dan tim yang menginspirasi melalui komunikasi adalah dengan
memanusiakan informasi yang ingin Anda sampaikan dan membuatnya lebih relevan.
Ini adalah praktik umum dalam pendidikan, di mana ide-ide kompleks dipecah dan
dikomunikasikan melalui contoh-contoh sederhana dan dapat dihubungkan.
Anda tidak perlu menguraikan
semuanya dalam istilah awam, dan Anda dapat membuat komunikasi Anda relevan
dengan menggunakan referensi dari industri Anda yang dapat dipahami oleh semua
anggota tim. Mereka akan menghargai upaya dan keinginan Anda untuk membantu
mereka memahami apa yang dikomunikasikan.
Transparansi
Transparansi adalah
karakteristik penting dalam komunikasi kepemimpinan, terutama jika tujuan Anda
adalah membangun kepercayaan dengan anggota tim Anda. Jika karyawan Anda tidak
mengetahui tujuan organisasi atau tidak memahami nilai-nilainya, Anda akan
kesulitan menginspirasi mereka.
Buffer adalah
contoh bagus perusahaan yang menerapkan komunikasi transparan; tim kepemimpinan
secara publik membagikan informasi seperti gaji, waktu istirahat, dan metrik
keuangan tertentu.
Pemimpin organisasi yang
bersikap transparan kepada karyawannya tentang niat mereka, tujuan perusahaan,
keuangan, dan aspek lainnya dapat menumbuhkan kepercayaan dan mengarah pada
hubungan dan kesatuan tim yang lebih baik.
Konsistensi
Terakhir, pemimpin harus
konsisten dalam komunikasinya. Jika nilai, ide, dan misi yang mereka
komunikasikan berbeda-beda di antara anggota tim, maka akan menimbulkan
ketidakpercayaan terhadap pemimpin. Komunikasi yang tidak konsisten juga
merusak kekompakan tim.
Jika beberapa anggota tim
menerima umpan balik terus-menerus dari pemimpin dan anggota lainnya hanya
menerima komunikasi apa pun ketika ada masalah, mereka mungkin merasa tersisih.
Link : https://www.forbes.com/sites/daviatemin/2024/03/27/concentrate-on-your-reputation-not-brand---brands-are-for-products--and-cattle-reputations-are-for-people/?sh=615320f547e4
Artikel by Forbes
