Pada artikel
sebelumnya, kita telah membaca artikel mengenai kekuatan dalam diri Gen-Z di
dalam organisasi kita yang bisa kita optimalkan. Sekarang, bagaimana cara menjaga
anak buah kita yang termasuk dalam Gen-Z tetap pada sisi optimalnya?
Kecenderungan manusia adalah mendapatkan dan senang dengan pengakuan, terutama
atas gagasan atau idenya sendiri. Oleh karena itu, salah satu cara untuk
menghargai dan memberi motivasi kepada Gen-Z adalah dengan memberikan feedback
dengan cara yang tepat dan natural. Berikut adalah tiga tips membina anak buah
yang berasal dari Gen-Z:
1. Pakai Metode “Sandwich”
Saat Anda
mendapat ada pendapat dari anak buah Gen-Z yang perlu diperbaiki, jangan
terburu-buru mengkoreksi atau memberi masukan. Berikanlah masukan dengan pola ‘sandwich’.
Kita mengetahui bahwa sandwich terdiri dari dua lapisan roti dengan daging di
tengahnya. Dengan analogi tersebut, kita dapat memberikan masukan dengan
mengawalinya dengan menyebutkan hal baik dan positif dari gagasannya, terutama
untuk inisiatifnya. Itulah ‘roti’ atasnya.
Barulah
kemudian Anda masuk ke dalam dagingnya, yaitu memberikan masukan sisi-sisi mana
yang sebaiknya dikembangkan dari gagasannya. Anda juga harus berhati-hati dalam
memberi masukan, yang mana harus dalam format diskusi, bukan instruksi. Hal ini
akan kita bahas di poin selanjutnya. Setelah memberikan masukan, berikan
apresiasi yang sifatnya motivasional. Dengan demikian ia akan merasa dihargai
dan menjadi tergugah untuk menyampaikan ide-ide berikutnya.
2. Ajak Diskusi, Bukan Instruksi
Kecenderungan
kita ketika memberikan masukan adalah memperbaiki ide orang lain dengan menambahkannya
dengan ide-ide dari pikiran kita sendiri. Hal ini harus diubah paradigmanya,
yaitu bukan memberikan instruksi, yaitu mengubahnya menjadi suatu ruang untuk
ekspolrasi ide. Anda dapat mengatakan demikian: “Menurut kamu, baiknya pakai
cara apa ya supaya lebih oke?”
Hal ini dapat
memancing anak buah Gen-Z untuk memberikan gagasannya lebih lanjut. Mereka tidak
akan tersinggung karena ide tersebut berasal dari diri mereka, bukan pertama-tama
dari Anda. Mereka juga akan merasa semakin dihargai karena Anda membuka dan
mengapresiasi usaha untuk diskusi dan eksplorasi ide.
3. Jadilah Pendengar
Saat memberikan
masukan, kita juga punya kecenderungan untuk terus berbicara karena kita ingin
memberikan masukan. Sekali lagi, paradigma ini harus diubah kepada Gen-Z. Hindari
berfokus untuk terus berbicara karena cenderung akan menjadi instruksi.
Sebaliknya, utamakan untuk mendengarkan. Anda berbicara untuk menggali ide dan
pendapat anak buah Anda, yaitu dengan mengajukan pertanyaan yang memancing ide.
Seperti “Mengapa?”, dan “Bagaimana?”
Itulah
tips-tips yang dapat Anda lakukan untuk memaksimalkan potensi anak buah Anda
yang berasal dari Gen-Z. Intisari dari tindakan Anda adalah membiarkan Gen-Z ‘owning’
ide/gagasannya. Dengan membuat mereka memiliki dan mengembangkan gagasannya,
mereka akan sangat merasa dihargai, diakui, dan dikembangkan di dalam organisasi
Anda.
