2a
Seni Persuasi bagi Sukses Bisnis
If you wish to win a man over to your ideas, first make him your friend.
- Abraham Lincoln

Persuasi adalah kemampuan untuk meyakinkan orang lain mengubah pendapatnya tentang sesuatu atau melakukan sesuatu yang Anda sarankan. Persuasi berbeda dengan memanipulasi. Dalam pekerjaan kita kerap berada dalam posisi di mana kita harus mempersuasi orang lain terhadap tujuan kita. Kita melihat contoh dari bagian Sales yang mempersuasi orang lain untuk membeli produk mereka. Pengusaha mempersuasi investor untuk menanamkan modal di perusahaannya. 

Dale King (Effective Communication Skills) memberikan beberapa tips untuk menjadi pribadi yang lebih persuasif. Dengan memahami poin-poin di bawah ini, Anda akan memiliki ilmu yang lebih untuk mendorong orang lain mengikuti Anda. 


Menjadi Pribadi yang Persuasif


Ada beberapa faktor yang membuat Anda nampak persuasif di hadapan audiens. 


• Percaya Diri


Banyak yang menganggap bahwa banyaknya data akan mempengaruhi orang lain, padahal hal tersebut tidaklah selalu benar. Memiliki banyak data namun kurang percaya diri ketika menyampaikannya tidaklah efektif. Percaya diri menjadi fondasi penting untuk menjadi persuasif. 

Tipsnya adalah dengan tidak menggunakan kata-kata "Saya percaya..." atau "Saya pikir...". Jika Anda yakin sesuatu akan berjalan lancar, katakanlah apa adanya. Hal ini akan membantu antusiasme Anda terpancar. 


• Dapatkan Persetujuan Umum


Penelitian menyebutkan bahwa mendapatkan persetujuan membuat Anda lebih diterima oleh umum. Buatlah satu pernyataan yang merupakan kebenaran umum yang bisa diterima oleh semua orang. Contoh; "Kita semua pasti ingin hidup yang sehat." atau "Anda pasti mendambakan efektivitas dalam pekerjaan Anda." Hal ini berguna untuk membangun suatu fondasi agar Anda mendapat persetujuan-persetujuan lainnya. 


• Sesuaikan Kecepatan Berbicara


Banyak yang menganggap untuk menjadi persuasif, maka bicara hendaknya pelan-pelan. Padahal, hal ini tidak selalu benar dan harus disesuaikan. Salah satu studi mengatakan bahwa ketika Anda merasa audiens tidak begitu setuju dengan pendapat Anda, bicaralah lebih cepat. Sebaliknya, ketika pernyataan Anda kiranya akan didukung banyak orang, bicaralah lebih lambat. Hal ini memberi pesan bahwa Anda tidak ingin buang-buang waktu pada pendapat yang tidak disetujui orang, dan fokus pada pendapat yang menurut audiens lebih bermanfaat.

 

• Berani Berargumen


Seorang Profesor dari Universitas Illinois, Daniel O'Keefe mengatakan bahwa ketika Anda membagikan suatu pandangan yang berlawanan, maka argumen Anda akan nampak lebih persuasif. Anda tidak perlu khawatir ketika harus menyampaikan pendapat yang berlawanan dengan pandangan umum. Selama Anda memiliki argumen yang rasional, Anda justru akan semakin menarik perhatian orang lain untuk setuju dengan Anda. 


• Buat Kesimpulan yang Positif 


Hindari memberikan pernyataan di akhir yang bernada negatif, seperti memberikan ketakutan atau kekhawatiran. Sebaliknya, berikanlah suatu pernyataan yang bernada optimis dan membawa pada energi positif. Jika Anda inign menyatakan sesuatu yang membawa perubahan, fokus pada poin positif dari perubahan tersebut. Hal ini bertujuan agar Anda membawa audiens pada posisi yang lebih baik dibanding memberi tahu mereka hal-hal yang harus mereka hindari. 


Seni persuasi sangat penting agar tujuan Anda tercapai. Hal yang harus selalu diingat adalah bahwa pertama-tama harus percaya diri dan yakin atas ide Anda adalah yang baik. Kemudian Anda berfokus pada kebutuhan audiens. Dengan mempertemukan dua sisi tersebut, maka Anda akan dengan mudah membuat orang lain mengikuti tujuan Anda. 


Semoga tulisan ini membantu Anda untuk mencapai tujuan Anda dalam berbisnis. Sukses selalu!