2a
Emotional Quality Management

Tekanan kerja yang berat, baik dari Pimpinan, kolega di bagian/depar-temen lain maupun pihak eksternal seringkali membuat seorang individu menjadi overload. Akibatnya emosi mudah tak terkendali sehingga beresiko mengganggu iklim kerja. Belum lagi kesehatan fisik menjadi menurun. Akhirnya, produktivitas kerja menjadi rendah.
Riset menunjukkan bahwa Emotional Intelligence mempunyai peran lebih dari 85% dalam menentukan keberhasilan seorang yang berprestasi hebat. Hal ini menjelaskan mengapa orang dengan IQ tinggi hanya 20% yang kinerjanya melampaui orang dengan IQ rata-rata. Sebaliknya, orang dengan IQ rata-rata 70% berkinerja lebih baik dari yang IQ nya tinggi (Emotional Intelligence 2.0, Travis Bradberry & Jean Greaves, 2009).
Orang-orang yang memiliki Emotional Intelligence tinggi mampu mengendalikan suasana hati dan emosi dirinya maupun orang lain, mampu memulihkan diri dari kegagalan, memotivasi diri dan membangun rasa percaya diri. Selain itu ia juga menjadi semakin mampu membangun hubungan yang efektif dan positif dalam mengatasi konflik. Dalam kondisi ini, ia lalu menjadi mampu mengelola diri sehingga mampu mengatur prioritas dan waktu secara efektif dan efisien.

outcome
  • Memahami efek emosi terhadap keberhasilan pribadi dan organisasi/perusahaan.
  • Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri, kecenderung emosi diri dan hubungannya dengan
    berbagai macam penyakit akut.
  • Menguasai berbagai teknik mudah untuk mengendalikan emosi secara efektif.
  • Mampu membangkitkan semangat walau dalam keadaan ‘bad mood’, letih, lesu dan jenuh.
  • Mampu menenangkan diri walaupun dalam keadaan emosi tinggi dan ketegangan tinggi.
  • Mampu menerima teguran/kritik keras secara positif dan konstruktif.
  • Mampu menata prioritas kerja dan mengelola waktu secara efektif.
  • Mengalami kehidupan kerja yang menyenangkan walaupun di bawah tekanan/pressure.
metode

Training menggunakan sumber ilmu komunikasi konvensional yang dikolaborasikan dengan metode NLP, Hypnosis/Hypnotherapy dan Emotional Intelligence; disajikan dengan format edukreasi yang melibatkan panca indera, interaktif, menarik dan menyenangkan.

Materi bersifat sangat praktis dan aplikatif, berefek langsung pada perubahan pemahaman, kesadaran, sikap dan perilaku. Materi disajikan dengan berbagai metode belajar seperti course, permainan, simulasi, diskusi kelompok, sharing pengalaman, dan sebagainya.

Back