Pembelajaran
berbasis praktik adalah salah satu cara paling efektif untuk menanamkan
pemahaman kepada staf di suatu perusahaan atau organisasi. Materi yang
dipelajari secara teori dapat diimplementasikan secara langsung sesuai dengan
kondisi yang terjadi di lapangan. Akan tetapi, ada kelemahan di dalam metode
ini, yaitu membutuhkan waktu, biaya, dan resiko yang besar. Sebagai contoh,
seorang pilot tidak boleh langsung menerbangkan pesawat setelah selesai belajar
dasar-dasar teori penerbangan. Bagaimana solusinya? Digunakanlah teknologi
simulasi.
Hal ini
juga bisa terjadi di perusahaan komersil lainnya. Dalam mengembangkan SDM,
terdapat resiko dalam praktik kerja yang bisa saja terjadi apabila staf belum
siap atau belum berpengalaman sama sekali. Apalagi tambahan biaya yang harus dikeluarkan.
Akan tetapi, saat ini perusahaan tidak perlu khawatir, sebab perkembangan teknologi
memberikan solusi untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan Virtual Reality (VR),
atau Realitas Tambahan.
Penggunaan
VR dalam Bisnis
VR membuka
kesempatan untuk mensimulasikan situasi nyata kehidupan sehari-hari dalam layar
teknologi. Untuk sebuah pekerjaan yang beresiko tinggi, penggunaan VR untuk mensimulasikan
suatu kondisi sangat efektif. Sebagai contoh, departemen pemadam kebakaran Amerika
melatih petugas mereka dengan VR untuk mensimulasikan suatu keadaan darurat. Bidang
kedokteran melatih mahasiswanya dengan simulasi operasi di dalam VR. Bahkan,
perusahaan di bidang FnB seperti KFC juga menggunakan VR untuk melatih koki
mereka.
Keunggulan Penggunaan
VR dalam Pelatihan Eksperiential
1. Mengurangi Resiko
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pelatihan menggunakan VR
mengurangi resiko yang dapat terjadi dalam praktik langsung di lapangan. VR dapat
memberikan berbagai jenis situasi pengalaman yang berbeda, sehingga karyawan
yang dilatih dapat mempraktikan ilmu mereka tanpa takut membuat kesalahan. Hal
yang sering dikhawatirkan peserta dalam pelatihan adalah takut membuat
kesalahan yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Hal ini dapat menghambat
pelatihan itu sendiri. Oleh karena itu, praktik menggunakan VR dapat mengurangi
rasa grogi tersebut.
2. Efektivitas Waktu
Belajar dengan praktik selalu membutuhkan waktu yang lebih panjang. Hal
ini sudah menjadi keyakinan umum, walaupun memang memiliki efektivitas pemahaman
yang lebih baik. Yang menjadi poin dari praktik adalah pengulangan suatu pengalaman.
Dengan VR, pengulangan suatu situasi dapat dikondisikan dengan efektif tanpa
perlu mengorbankan tenaga dan waktu yang berlebihan.
3. Hemat biaya
Praktik lapangan pasti membutuhkan biaya, entah itu transportasi, akomodasi,
intruktor, fasilitas, dan peralatan yang dibutuhkan. Semua ini kemudian
dikalikan jumlah hari pelatihan, yang mana pastinya membutuhkan biaya yang tinggi.
Dengan VR, biaya untuk suatu pelatihan bisa ditekan, yaitu dengan pengulangan materi
praktik yang lebih efektif.
4. Kontekstualisasi
VR membuka suatu kesempatan agar pelatihan karyawan dapat benar-benar
tepat sasaran sesuai dengan target perusahaan. VR dapat mensimulasikan suatu
pengalaman yang benar-benar mirip dengan keadaan lapangan, dan bahkan dapat
dikembangkan sesuai dengan situasi yang berkembang dalam waktu yang singkat.
Dengan demikian, pelatihan berjalan lebih efektif dan karyawan semakin menangkap
maksud dari pelatihan.
Itulah
beberapa keunggulan dalam penerapan VR dalam pelatihan praktik lapangan.
Efisiensi adalah suatu keharusan yang dimiliki setiap organisasi, terutama
dalam pengembangan SDM. Teknologi saat ini membantu mencapai hal tersebut
sehingga organisasi mendapatkan hasil lebih maksimal yang mereka inginkan
secara lebih cepat.
