2a
Efisiensi Pembelajaran Eksperiensial dengan Virtual Reality

Pembelajaran berbasis praktik adalah salah satu cara paling efektif untuk menanamkan pemahaman kepada staf di suatu perusahaan atau organisasi. Materi yang dipelajari secara teori dapat diimplementasikan secara langsung sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Akan tetapi, ada kelemahan di dalam metode ini, yaitu membutuhkan waktu, biaya, dan resiko yang besar. Sebagai contoh, seorang pilot tidak boleh langsung menerbangkan pesawat setelah selesai belajar dasar-dasar teori penerbangan. Bagaimana solusinya? Digunakanlah teknologi simulasi.

Hal ini juga bisa terjadi di perusahaan komersil lainnya. Dalam mengembangkan SDM, terdapat resiko dalam praktik kerja yang bisa saja terjadi apabila staf belum siap atau belum berpengalaman sama sekali. Apalagi tambahan biaya yang harus dikeluarkan. Akan tetapi, saat ini perusahaan tidak perlu khawatir, sebab perkembangan teknologi memberikan solusi untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan Virtual Reality (VR), atau Realitas Tambahan.

 

Penggunaan VR dalam Bisnis

VR membuka kesempatan untuk mensimulasikan situasi nyata kehidupan sehari-hari dalam layar teknologi. Untuk sebuah pekerjaan yang beresiko tinggi, penggunaan VR untuk mensimulasikan suatu kondisi sangat efektif. Sebagai contoh, departemen pemadam kebakaran Amerika melatih petugas mereka dengan VR untuk mensimulasikan suatu keadaan darurat. Bidang kedokteran melatih mahasiswanya dengan simulasi operasi di dalam VR. Bahkan, perusahaan di bidang FnB seperti KFC juga menggunakan VR untuk melatih koki mereka.

 

Keunggulan Penggunaan VR dalam Pelatihan Eksperiential

1.      Mengurangi Resiko

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pelatihan menggunakan VR mengurangi resiko yang dapat terjadi dalam praktik langsung di lapangan. VR dapat memberikan berbagai jenis situasi pengalaman yang berbeda, sehingga karyawan yang dilatih dapat mempraktikan ilmu mereka tanpa takut membuat kesalahan. Hal yang sering dikhawatirkan peserta dalam pelatihan adalah takut membuat kesalahan yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Hal ini dapat menghambat pelatihan itu sendiri. Oleh karena itu, praktik menggunakan VR dapat mengurangi rasa grogi tersebut.

 

2.     Efektivitas Waktu

Belajar dengan praktik selalu membutuhkan waktu yang lebih panjang. Hal ini sudah menjadi keyakinan umum, walaupun memang memiliki efektivitas pemahaman yang lebih baik. Yang menjadi poin dari praktik adalah pengulangan suatu pengalaman. Dengan VR, pengulangan suatu situasi dapat dikondisikan dengan efektif tanpa perlu mengorbankan tenaga dan waktu yang berlebihan.

 

3.     Hemat biaya

Praktik lapangan pasti membutuhkan biaya, entah itu transportasi, akomodasi, intruktor, fasilitas, dan peralatan yang dibutuhkan. Semua ini kemudian dikalikan jumlah hari pelatihan, yang mana pastinya membutuhkan biaya yang tinggi. Dengan VR, biaya untuk suatu pelatihan bisa ditekan, yaitu dengan pengulangan materi praktik yang lebih efektif.

 

4.     Kontekstualisasi

VR membuka suatu kesempatan agar pelatihan karyawan dapat benar-benar tepat sasaran sesuai dengan target perusahaan. VR dapat mensimulasikan suatu pengalaman yang benar-benar mirip dengan keadaan lapangan, dan bahkan dapat dikembangkan sesuai dengan situasi yang berkembang dalam waktu yang singkat. Dengan demikian, pelatihan berjalan lebih efektif dan karyawan semakin menangkap maksud dari pelatihan.

 

Itulah beberapa keunggulan dalam penerapan VR dalam pelatihan praktik lapangan. Efisiensi adalah suatu keharusan yang dimiliki setiap organisasi, terutama dalam pengembangan SDM. Teknologi saat ini membantu mencapai hal tersebut sehingga organisasi mendapatkan hasil lebih maksimal yang mereka inginkan secara lebih cepat.