Tips
Wawancara dalam Penerimaan Kerja
Salah satu tahapan
yang paling diwaspadai setiap orang ketika melamar pekerjaan adalah sesi wawancara.
Kita boleh dan bahkan harus percaya diri ketika wawancara dalam pekerjaan. Akan
tetapi, kita harus cerdas dan taktis dalam menjawab pertanyaan. Berikut
beberapa tips yang dapat membantu Anda melalui sesi wawancara dengan lancar.
1. Ceritakan Diri Anda dengan Menarik
Seorang agen rekruitmen di Amerika, Erina
Collins mengatakan hal menarik tentang perbedaan antara CV dengan pribadi. Di
CV, kandidat nampak optimis, bersemangat, dan antusias. Akan tetapi, ketika
wawancara, banyak kandidat langsung gugup dan seakan menutup diri ketika
diminta menceritakan diri mereka.
Kandidat berdalih bahwa dengan mengatakan ‘saya
orang biasa-biasa saja’, ‘tidak banyak yang bisa diceritakan tentang diri saya’,
adalah cara untuk mengungkapkan kerendahan hati mereka. Padahal, di jaman modern
seperti ini, ungkapan tersebut hanya akan membuat kandidat dipandang tidak
percaya diri dan tidak yakin dengan diri sendiri. Inilah sikap yang tidak disukai
perusahaan.
Ketika diminta menceritakan diri Anda, simaklah
contoh berikut dari Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel ternama di New
York. "Saya Eliana Burthon, anak pertama dari
jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya."
Jawaban seperti itu sangat
sederhana dengan kisah yang tidak terlalu berlebihan. Akan tetapi, kita bisa
melihat bahwa dalam kisah Eliana menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang
terbuka, ramah, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Jawaban cerdas dan efektif
akan menyatakan secara tersirat bahwa Anda layak ditempatkan di posisi yang
Anda inginkan.
Oleh karena itu, buatlah beberapa
poin tentang keterampilan Anda, apa saja yang Anda sukai, dan Anda inginkan
untuk masa depan. Kemudian, latihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah
jawaban singkat yang cerdas dan tentunya optimis.
2. Berhati-hati Pada Pertanyaan Jebakan
Saya percaya, bahwa tidak ada yang ingin dipojokkan,
khususnya dengan pertanyaan-pertanyaan. Akan tetapi, inilah yang bisa saja Anda
alami saat wawancara. Banyak hal yang tidak kita duga diberikan oleh recruiter dan
membuat kita kelepasan bicara. Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan
jebakan dan strategi menghadapinya.
“Apa yang membuat Anda pindah pekerjaan”.
Pertanyaan ini harus dijawab dengan hati-hati. Apabila memberi jawaban yang
merendahkan tempat kerja sebelumnya, Anda akan dinilai sebagai pribadi yang negatif.
Menjelekkan tempat pertama tidak menutup kemungkinan Anda akan menjelekkan
tempat yang baru. Oleh karena itu, lebih cerdas ketika menjawab seperti “Saya
menginginkan ritme kerja yang lebih teratur.” Atau “Saya tidak ada masalah
dengan gaji di tempat sebelumnya, akan tetapi tentu saya senang apabila di
tempat yang penuh kesempatan ini ada peningkatan.”
Selain itu, ada juga pertanyaan yang sifatnya
lebih pribadi seperti “Sudah punya kekasih? Adakah niat untuk menikah dalam
waktu dekat?” Pertanyaan ini nampak sepele, namun apabila Anda menjawab begitu
saja bahwa Anda sudah ingin menikah di waktu dekat, recruiter akan memandang
Anda tidak memandang pekerjaan sebagai hal utama. Jawablah secara lebih taktis,
seperti; “Saya sudah punya kekasih, namun saya ingin memiliki pengalaman kerja
yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.” Perusahaan selalu ingin
diyakinkan bahwa karyawan hanya fokus pada pekerjaannya, terutama di masa awal
kerja.
3. Semangat dan Bahasa Tubuh
Jangan melupakan hal penting lainnya dalam wawancara,
yaitu penampilan. Tidak hanya kita harus berpenampilan rapi, melainkan kita
juga harus memperhatikan bahasa tubuh kita. Ketika wawancara, jangan
menyilangkan tangan di depan dada. Gerakan tersebut menunjukkan Anda sebagai
pribadi yang kaku atau ada yang disembunyikan. Biarkan tangan Anda santai dan
bisa mengekspresikan kata-kata Anda.
Kemudian, buatlah kontak mata yang intens
terhadap lawan bicara. Menatap mata lawan bicara mungkin di beberapa kebudayaan
dianggap tidak sopan, namun di era modern, hal tersebut menunjukkan perhatian
penuh Anda pada lawan bicara Anda. Perhatikan juga cara bicara Anda. Pekerjaan
adalah bidang yang lebih mengutamakan kognitif dibandingkan emosi/perasaaan,
maka gunakanlah kata-kata seperti “Saya pikir,” “Menurut saya”, “Saya optimis”,
dan sebagainya.
Itulah hal-hal yang dapat membantu Anda melalui
tahap wawancara dengan sukses. Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas
tips-tips mempersiapkan wawancara seputar negosiasi gaji dan variasi pertanyaan
dalam wawancara pekerjaan.
