2a
Situational Leadership: Tidak Ada 1 Gaya Kepemimpinan Untuk Semua
In matters of style, swim with the current; in matters of principle, stand like a rock. 
— Thomas Jefferson

Para pemimpin banyak yang hanya menggunakan satu jenis gaya kepemimpinan saja karena ia yakin itu yang terbaik untuk semuanya. Padahal, situasi setiap anggota berbeda-beda. Tidak mungkin gaya yang sama akan tepat untuk segala kondisi dan pribadi. Oleh karena itu, tentu kita harus menggunakan pendekatan dengan jenis kepemimpinan yang berbeda-beda, tergantung dari situasi dan kondisi anggota kita.

Ken Blanchard dan Paul Hersey menulis sebuah teori mengenai “Situational Leadership” atau kepemimpinan situasional. Mereka percaya bahwa tidak mungkin ada satu jenis kepemimpinan yang cocok di segala situasi.


Manfaat:

Kepemimpinan situasional bertujuan agar kesiapan pribadi setiap anggota dapat terbimbing dengan baik. Dengan memahami kepemimpinan situasional, seorang pemimpin mampu bertindak dengan lebih fleksibel dalam menguatkan performa anggotanya. Pemimpin harus mendengarkan, memahami situasi, dan bertindak yang sesuai dengan kondisi anggotanya tersebut. Ketika bimbingan dengan salah satu gaya kepemimpinan berhasil, maka pemimpin harus mengubah gaya kepemimpinannya agar sesuai dengan kondisi baru anggotanya.


Empat Jenis Kepemimpinan Situasional:

1.       Telling

Gaya ini disebut sebagai mengarahkan. Gunakanlah gaya ini dalam situasi di mana seseorang atau sebuah tim membutuhkan supervisi atau pendampingan secara langsung dan rutin. Di sini, pemimpin membuat keputusan dan mengarahkan dengan langkah-langkah yang detail.

 

2.       Selling

Sekarang, pendekatan ini digunakan untuk memberi dorongan kepada anggotanya. Situasi yang cocok dengan gaya kepemimpinan ini adalah ketika anggota memiliki kehendak kuat untuk melakukan suatu tugas, tapi merasa tidak mampu. Pemimpin akan lebih mengutamakan komunikasi dan mendorongnya dengan target tugas yang relatif mudah, sehingga anggota akan merasa lebih bersemangat untuk mengembangkan kemampuannya.

 

3.       Participating

Ketika sebuah tim atau anggota memiliki kemampuan untuk melakukan suatu tugas, namun kurang keyakinannya, tipe ini sangatlah tepat. Pada penggunaan gaya kepemimpinan ini, pemimpin mengedepankan demokrasi, yaitu mengajak anggotanya menunjukkan kemampuan dalam keahliannya, dan pemimpin memberikan apresiasi pada mereka untuk meningkatkan rasa percaya diri.

 

4.       Delegating

Sekarang, anggota Anda memiliki kemampuan yang cukup dan kepercayaan diri yang tinggi. Apakah yang harus dilakukan? Berikanlah target yang sifatnya visi; yaitu tujuan besar dari suatu pekerjaan. Kemudian tekankan hasil-hasil yang konkrit yang dapat dicapai, dan yang terakhir berikan otoritas tertentu. Dengan demikian, anggota akan menjadi lebih termotivasi dan mampu memimpin orang lain.